nikmatnya lubang memek tante dan anaknya

Hari Jumat itu aku seperti biasa berenang sendiri. Setelah melakukan gaya bebas bolak-balik beberapa kali aku beristirahat sambil tetap berendam di tepi kolam. Hari itu agak sepi, paling hanya 15 orang saja yang ada di kolam renang. Langit sudah mulai gelap dan lampu-lampu di sekitar kolam renang sudah mulai dinyalakan. Tapi aku masih ingin berlama-lama menikmati kolam renang, maklum besok hari Sabtu tidak ada kegiatan kuliah.

Tidak berapa lama kulihat seorang wanita berrambut ikal yang berumur sekitar 40-an masuk ke area kolam renang. Meskipun sudah tidak muda lagi badannya terlihat sangat terawat dan sexy. Payudaranya tampak agak menggantung tapi masih cukup kencang dan menurutku tidak kalah dengan wanita-wanita yang lebih muda. Kulitnya putih dan wajahnya juga masih tampak cantik...ah.. rasanya aku kenal wanita itu... Kalau tidak salah dia Tante Anis, teman klub aerobik Tante Nita bekas ibu kosku di Dago yang pernah kuceritakan kisahnya beberapa waktu yang lalu. Pantas saja tubuhnya sexy.... Setelah meletakkan barang-barang bawaannya wanita itu mulai menceburkan diri ke kolam renang, tepat di seberangku. Lalu perlahan ia mulai berenang mengelilingi kolam renang. Saat ia berenang di depanku, kuberanikan memanggil namanya, "Tante Anis..." Wanita itu berhenti dan berbalik menatapku.
"Hey... Doni ya... sama siapa berenang?" tanya Tante Anis sambil mencubit lenganku.
"Biasa tante... sendirian aja, tante sama siapa?"
"Oh, sama Dewi teman kantor tante... tapi kayaknya dia masih di kamar ganti tuh...soalnya tadi tasnya ketinggalan di mobil... nah itu dia baru datang, tante kenalin yaaa..."
Tampak seorang wanita, terlihat masih muda dan lumayan manis mungkin umurnya sekitar 25-an, berjalan ke arah kolam renang. Rambutnya lurus melewati bahu, tubuhnya terkesan atletis dengan buah dada montok berisi seperti Pamela Anderson di film serial TV "Bay Watch". Tante Anis lalu naik ke pinggir kolam dan bergegas menghampiri wanita tersebut. Tak lama kemudian kedua wanita itu kembali masuk ke kolam renang.

"Wi.. ini kenalin... Doni, Don... ini kenalin..Dewi, teman kantor tante," Sambil mengulurkan tangannya Dewi tersenyum dan menyebutkan namanya, senyumnya manis sekali. Akupun menyebutkan namaku sambil menikmati kehalusan tangannya. Setelah berbasa-basi sebentar Dewi berpamitan untuk berenang beberapa keliling, lalu aku dan Tante Anis mengikutinya. Sebenarnya aku sudah cukup lelah setelah berenang sebelumnya, tapi kebersamaan dengan Tante Anis dan Dewi kayaknya sayang kalau dilewatkan begitu saja hanya karena rasa capai yang tidak seberapa. Setelah berenang beberapa keliling kamipun akhirnya berhenti.

"Doni.. kok udah lama tante nggak pernah lihat kamu jemput Tante Nita lagi?"
"Lho... saya khan sudah nggak kos di tempat Tante Nita..."
"Tapi tante dengar kamu masih suka ketemu dengan Tante Nita, iya khan..?" Tante Anis mulai menggodaku dengan senyumnya yang nakal. Aku tidak menjawab, hanya tertawa ringan.
"Tante Nita suka cerita tentang kamu lho...hmm.. bikin kita-kita penasaran deh," Tante Anis menggoda lagi, kini tangannya mencubit perutku.
"Aduh... sakit tante...," kataku pura-pura kesakitan. Dewi yang tidak tahu arah pembicaraan kami tampak agak bingung.

Tante Anis merapatkan badannya ke sampingku dan melingkarkan tangannya di pinggangku.
"Dewi, kamu kenal dengan Nita teman aerobikku khan..? Doni ini dulu kos di tempat Nita dan semenjak itu si Nita bisa jadi betah banget di rumah kalau Doni lagi nggak kuliah, nggak tau ngapain aja dia dengan si Doni ini," Tante Anis tertawa genit sambil melirikku. Dewi hanya tersenyum-senyum saja memandangku.
"Ah... ati-ati Teh Anis... mahasiswa sekarang memang nakal-nakal....!!"

Udara malam makin dingin, tapi suasana kami justru mulai menghangat. Aku merasa kegenitan Tante Anis sedang menantikan tanggapanku. Aku mulai memberanikan diri memegang dan meremas-remas pantat Tante Anis dengan lembut. Jantungku berdegup-degup menanti reaksi Tante Anis... syukurlah dia diam saja dan membiarkan tanganku terus beraksi. Hanya aku dan Tante Anis yang tahu persis apa yang kami lakukan. Suasana kolam renang tidak begitu terang dan kami berendam sebatas leher sehingga apapun yang diperbuat tangan-tangan kami di bawah air tidak akan terlihat siapapun. Meskipun demikian Dewi kelihatannya mengerti apa yang terjadi, tapi dia pura-pura tidak tahu dan dengan sengaja berenang menjauhi kami.

Melihat kegenitannya mendapat tanggapanku dan tidak ada lagi orang lain di dekat kami, Tante Anis semakin berani. Tangannya mulai dengan sengaja menyentuh penisku yang mulai menegang. Melihat aku tidak menolak perlakuannya Tante Anis mulai berani meremas-remas penisku sehingga membuatnya mengeras. Tante Anis tersenyum nakal.
"Oh, ini rupanya yang bikin Tante Nita lupa sama suaminya." Aku tidak mau ketinggalan, kuraba dan kuremas-remas kedua buah dada Tante Anis sehingga membuatnya memekik perlahan. Kami saling meraba dan berpandang-pandangan penuh nafsu. Perlahan-lahan kuarahkan tangan kananku ke selangkangan Tante Anis dan kurasakan gundukan yang lembut dan hangat di antara kedua pahanya. Mulut Tante Anis sedikit terbuka, nafasnya mulai terasa berat dan matanya mulai sayu, tampaknya dia mulai terangsang.

"Ssstop Doni... jangan disini... kita ke hotel aja... mau?" kata Tante Anis setengah berbisik dengan nafas mulai berat menahan birahi. Aku mengangguk setuju.
"Tapi Dewi gimana tante.... masak ditinggal?"
"Tenang aja, itu urusan tante... kamu naik dulu... tante mau bicara sama Dewi."
Aku bergegas naik dan mengambil handuk serta sabun untuk mandi. Saat aku kembali ke kolam renang tampak Dewi dan Tante Anis sudah duduk di kursi sambil mengenakan handuk.

"Doni, keberatan nggak kalau Dewi ikutan acara kita?" tanya Tante Anis sambil mengedipkan sebelah mata kepadaku.
"Terserah Dewi aja, Doni sih nggak keberatan tante..." kataku. "Iiih... emangnya acara apaan sih...?" tanya Dewi, entah dia cuma pura-pura atau memang tidak tahu aku tidak peduli, yang jelas malam ini aku akan menikmati tubuh Tante Anis yang sexy. Belum terbayang bagiku bagaimana kalau nanti Dewi ikut bergabung, aku belum pernah ML dengan lebih dari satu wanita sekaligus.

Kutitipkan motorku di kantor Satpam, kebetulan karena sudah sering berenang di situ aku jadi kenal dengan mereka. Kami bertiga lalu meluncur pergi ke arah Lembang dengan mobil Tante Anis. Tidak berapa lama kemudian kami sampai di Lembang dan Tante Anis lalu mengajak kami untuk makan malam di sebuah rumah makan. Setelah selesai makan Tante Anis membeli beberapa kaleng bir, softdrink dan makanan kecil, "Untuk bekal sampai pagi cukup nggak..." tanya Tante Anis sambil tersenyum nakal. Aku mengangguk setuju sementara Dewi masih pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Akhirnya kami meluncur ke sebuah hotel kecil yang cukup bagus di sekitar Lembang, lokasinya enak dan aman untuk berselingkuh karena mobil bisa langsung parkir di garasi yang tersedia di sebelah kamar. Mungkin hotel itu sejak semula sudah dirancang untuk tempat perselingkuhan, entahlah.....
"Eh.. seperti yang aku bilang tadi.... kalau kalian mau ML aku nggak ikutan yaa... aku cuma nunggu kalian di mobil aja."
"Aduh Dewi... kami nggak tega ninggalin kamu di mobil. Kita bakalan di sini sampai pagi lho, ikutan aja deh ke kamar. Kalau nggak mau ikutan kami ML juga nggak apa-apa, that’s your choice honey... kamu bisa nunggu di ruang tamu sambil minum bir. Atau kalau perlu bisa kami pesankan "extra-bed". Gimana..?" tanya Tante Anis. Dewi akhirnya mengangguk setuju.
"OK aku di ruang tamunya aja... tapi kalian jangan ribut ya.... nanti aku nggak bisa tidur."

Aku pikir Dewi ini cuma pura-pura saja tidak mau ikut ML, kalau dia benar-benar tidak mau ikutan kenapa dia tadi tidak minta diantar pulang saja. Itu jauh lebih baik dari pada tidur di mobil ataupun di kamar sementara kami asyik bercinta sampai pagi. Aku rasa Dewi ini sebenarnya mau tapi malu karena baru kenal denganku beberapa jam yang lalu, jadi kupikir bagus juga kalau aku sengaja memancing-mancing dan mengambil inisiatif supaya dia mau ikut. Setidaknya dengan cara itu dia tidak harus merasa malu kalau "terpaksa" ikut bergabung. Hmm... kalau Dewi mau ikutan, ini bakal menjadi pengalaman pertamaku ML dengan dua wanita sekaligus.

Kamar hotel yang dipesan Tante Anis cukup besar, sebenarnya hanya satu ruangan tapi antara tempat tidur dan ruang tamu dipisahkan oleh tirai pembatas. Dengan kondisi seperti itu apapun yang terjadi di tempat tidur pasti akan terdengar di ruang tamu. Dewi merebahkan dirinya di kursi sofa.
"Selamat ML yaa... aku mau disini aja menikmati bir dan tidur nyenyak."
Sampai di kamar Tante Anis mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur yang nyalanya remang-remang saja sementara aku langsung merebahkan diri di tempat tidur. Tante Anis lalu mengikuti dan berbaring di sebelahku. Tanpa menunggu komando aku langsung memeluk dan mencumbu Tante Anis, bibir kami saling memagut dan lidah kami saling melilit penuh nafsu. Tangan-tangan kamipun mulai saling meraba dan meremas daerah sensitif masing-masing. Kuselipkan tanganku ke balik bajunya, oh... rupanya Tante Anis sudah tidak mengenakan BH lagi sehingga tanganku dengan mudah langsung meremas payudaranya. Sementara itu tangan Tante Anis dengan ganas berusaha masuk ke celana dalamku untuk meremas penisku yang sudah menegang sejak tadi. Setelah beberapa saat kami bergumul dan saling meremas dengan panas, aku mulai melepaskan t-shirt dan celana jeansku sementara Tante Anis juga mulai melepas pakaiannya satu per satu.

Akhirnya kami berdua berbaring di atas tempat tidur tanpa sehelai busanapun.
"Tante Anis... tante sexy sekali...," kataku memuji sambil meraba payudara dan putingnya. Sengaja aku berbicara tanpa berbisik supaya Dewi bisa ikut mendengar.
"Ah... kamu bisa aja," tampak wajah Tante Anis memerah, mungkin merasa bangga mendapat pujian dari anak muda. Tante Anis juga tampaknya mengerti maksudku sehingga diapun tidak berusaha mengecilkan suaranya.
"Tante, Doni mau menikmati tubuh Tante Anis malam ini sepuas-puasnya... lampunya Doni nyalain aja yaa..."
"Iihh... tante malu ah... khan udah nggak muda lagi..."
"Tapi tante masih sexy banget lho... swear deh.... Doni betul-betul terangsang."
"Terserah Doni kalau gitu... emangnya Doni mau liat apa sih kok pake nyalain lampu segala..."
"Doni mau menikmati tubuh Tante Anis yang sexy ini sampai puas, Doni mau menikmati buah dada tante yang indah, Doni mau menikmati seluruh bagian vagina tante yang tertutup bulu-bulu lebat itu, Doni mau liat klitoris tante, Doni pengen liat semua bagian dalam vagina tante. Boleh khan...?" kataku merayu sambil menyalakan lampu kamar.
"Tentu boleh aja sayang...., malam ini tante jadi milik kamu. Doni boleh liat apapun yang Doni mau, boleh pegang apapun... pokoknya boleh ngapain aja... sesuka kamu sayang..... Tapi sebaliknya Doni juga jadi milik tante malam ini yaa.... Sekarang tante mau pegang dan isep pisangnya Doni...gimana?" tanya Tante Anis sambil mendorongku ke tempat tidur.

Mulailah Tante Anis menjilati dan mengulum penisku. Rupanya Tante Anis cukup ahli dalam ber-oral, diremasnya buah pelirku sementara penisku dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dihisap.
"Hmm dasar anak muda, penisnya keras banget kalau berdiri... tante udah lama nggak ngerasain penis yang keras seperti ini. Tante nggak sabar pengen ngerasain ini di dalam punya tante...." kata Tante Anis sambil terus menjilati kepala penisku. Dimasukkannya kembali penisku ke dalam mulutnya dan sesekali lidahnya menjilati lubang penisku, wow... rasanya membuat tubuhku bergetar menahan nikmat.
"Oohh... tante... enak banget tante....mmhh... isep terus tante...," aku sengaja mengekspresikan setiap rasa nikmat yang kurasakan dengan harapan supaya Dewi terpancing untuk ikut bergabung.

Aku memutar posisiku sedikit supaya tanganku bisa meraba dan meremas payudara Tante Anis sementara dia tetap mengulum penisku. Dengan lembut kuremas payudaranya dan kupilin-pilin pentilnya. Ini membuat Tante Anis makin bernafsu dan bersemangat mengulum penisku. "Mmhh....mmhh....." Tante Anis mulai mendesah-desah menahan nikmat. Seranganku kulanjutkan lagi, kali ini tanganku mulai mengarah ke vaginanya. Kurasakan bulu-bulu kemaluannya yang lebat agak basah oleh lendir yang licin. Jari tanganku mulai menyibak bulu-bulu vagina Tante Anis dan masuk ke dalam belahan bibir vaginanya. Akhirnya dengan perlahan kumasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya yang basah oleh lendir. Kugosok-gosokkan jariku dengan lembut ke dalam dinding-dinding vagina Tante Anis sementara ibu jariku mempermainkan klitorisnya sehingga Tante Anis menggelinjang keenakan.
"Ah... Doni.... mhh.... masukin sekarang sayang... tante udah kepengen ngerasain penis Doni di dalam vagina tante," katanya sambil melepaskan penisku dari mulutnya.

Tante Anis lalu merebahkan dirinya di tempat tidur sambil membuka kedua pahanya untuk mempersilahkan penisku masuk. Tapi aku tidak ingin langsung memainkan partai puncak, aku harus menyimpan tenaga karena bukan tidak mungkin akan ada partai tambahan dengan Dewi. "Sabar dulu ya tante... Doni pengen banget jilat vagina tante...Doni nggak tahan liat vagina tante terbuka seperti itu... boleh....?" "Terserah Doni sayaang.... tante udah kepengen banget sampai puncak...." Pantat Tante Anis kuganjal dengan bantal sehingga aku tidak perlu terlalu membungkuk untuk menikmati vaginanya. Perlahan kubuka bibir vaginanya yang sedikit menggelambir dengan kedua jempolku, terlihat bagian dalam vagina Tante Anis begitu merah dan merangsang. Lubangnya masih terlihat lumayan sempit meskipun sudah punya dua anak, sementara klitorisnya tampak menyembul bulat di bagian atas bibir vaginanya.

Tidak tahan melihat pemandangan yang begitu membangkitkan birahi akhirnya aku membenamkan lidahku ke dalam liang vaginanya. Dengan penuh nafsu kujilati seluruh bagian vagina Tante Anis, mulai dari klitoris, bibir vagina, hingga lubang vaginanya tidak luput dari sapuan lidahku yang ganas. Tante Anis meremas rambutku dan terus mendesah menahan nikmat.
"Oohh... oohh... mmhh... Doni.... mmhh... adduhh...." Suara Tante Anis makin membuatku bersemangat, aku terus menjilati seluruh bagian vaginanya seperti seorang bocah sedang menikmati es krim coklat yang begitu nikmat. Jari-jariku mulai ikut ambil bagian untuk masuk ke dalam liang vagina Tante Anis, sementara itu bibirku mengulum klitorisnya dan lidahku terus menjilati serta mempermainkannya dengan penuh nafsu.
"Aaahh... Donii... tante nggak tahan Don.... adduuh..." desahannya makin tak terkendali dan tangannya mulai meremas rambutku dengan keras sementara itu otot-otot kedua kakinya mulai menegang. Tampaknya tidak berapa lama lagi Tante Anis akan mengalami orgasme.

Sementara itu samar-samar kulihat bayangan di ruang tamu mulai bergerak, ah... rupanya Dewi mulai terpancing untuk melihat apa yang kami lakukan di atas tempat tidur.
"Doni... Doni... mmhh... tante nggak tahan lagi... tante udah mau keluar.... mmhh.... ahh...aahh...," akhirnya seluruh tubuh Tante Anis menegang selama beberapa saat dan kemudian terkulai lemas. Kulitnya yang putih tampak berubah agak memerah, Tante Anis mengalami orgasmenya yang pertama malam itu. Dia tergolek lemas dengan mata terpejam dan mulut terbuka sementara itu vaginanya yang merah seperti daging mentah tampak masih berdenyut-denyut mengeluarkan sisa-sisa kenikmatan. Tante Anis perlahan-lahan mulai pulih kesadarannya setelah beberapa saat terbuai oleh kenikmatan orgasme.
"Doni... enak sekali orgasmenya... mmhh... tante sampe lemes.... rasanya belum apa-apa tulang-tulang tante rontok semua...."
Aku hanya tersenyum. "Gimana tante... udah siap lagi....," tanyaku menggoda.
"Bentar lagi ya Don... badan tante masih lemes.... dan lagi rasa enaknya masih belum hilang...."

Sementara itu kulihat Dewi sudah berdiri di samping tirai pembatas ruangan, ikut menikmati apa yang kami lakukan.
"Dewi, kalau mau gabung kesini aja... nggak apa-apa kok," kataku memancing-mancing.
"Iih... enggak ah, aku cuma pengen ngeliat kalian ML aja kok, soalnya suaranya seru banget sih... sampe Dewi nggak bisa tidur."
"Iya Dewi... sini aja lah..., ngapain kamu berdiri di situ... duduk aja di dekat tempat tidur biar bisa liat lebih jelas kalau emang mau liat kita ML," Tante Anis ikut menimpali. Dewi kelihatan masih malu-malu, aku lalu berdiri menghampirinya dan menariknya ke sisi tempat tidur.
"Tapi kalian nggak apa-apa kalau Dewi ikutan ngeliat di sini...?" tanyanya sambil duduk di kursi.
"Ah nggak apa-apa Wi, malah kami lebih senang lagi kalau kamu juga mau ikutan ML dengan kami, iya khan Don...... Ikutan ajalah sekalian, aku nggak akan bilang sama suamimu asal kamu juga nggak cerita ke suamiku," kata Tante Anis sambil melirikku dan aku mengangguk mengiyakan. Wajah Dewi tampak merah, "Ah.. Dewi cuma mau liat kalian aja dulu...." Betul dugaanku, sebenarnya Dewi mau ikut bergabung hanya saja ia masih malu-malu. Yang dibutuhkannya cuma sebuah alasan yang pas.

Sementara itu Tante Anis tampaknya sudah pulih sepenuhnya, tangannya mulai meraih penisku dan menuntunnya ke arah liang hangat di selangkangannya.
"Ayo sayang... kita lanjutin lagi.... sekarang punya kamu harus dimasukkin ke sini ya...tante dari tadi pengen ngerasain punya kamu..." Aku hanya tersenyum, sementara itu aku mulai menjilati payudara Tante Anis dan mempermainkan putingnya diantara kedua bibirku. Tubuh Tante Anis mulai menggeliat-geliat kembali.
"Ah... Doni... tante jadi konak lagi... punya kamu masukin ya.... sekarang sayang... sekarang... tante udah kepengen banget ngerasain penismu yang keras ini..." Tante Anis terus merengek-rengek meminta aku memasukkan penis ke vaginanya sementara itu tangannya terus meremas-remas penisku sehingga membuatnya makin mengeras. Akhirnya perlahan-lahan kubuka paha Tante Anis sehingga bibir vaginanya membelah dan menampakkan liangnya yang bisa mengundang nafsu birahi setiap lelaki.

Dengan perlahan-lahan kutuntun penisku menuju lubang vagina Tante Anis yang sudah siap menanti sejak tadi, dan... blesss... dengan sekali sentakan ringan penisku masuk ke dalam vaginanya. "Aahh..." teriak Tante Anis sambil menaikkan pinggulnya untuk menyambut penisku. Rupanya Tante Anis sudah sangat terangsang dan bernafsu sehingga sekalipun dia berada di posisi bawah justru dia yang lebih aktif menggerak-gerakkan pinggulnya. Aku tidak mau kalah ganas dengan tante berumur 40-an ini, kugerakkan pinggulku turun naik dengan sentakan-sentakan yang kuat sehingga penisku terasa masuk ke dalam dengan mantap.
"Aduhh.. Doni... penismu sampai ke ujung... enak banget....mmhh... terus sayang... tusuk yang kuat sayang... tante suka.... mmhh... mmhh.... mmhh... mmhh ...mmhh .." Tante Anis terus mendesah berulang-ulang seirama dengan tusukan penisku. Suara kecipak beradunya penisku dengan vagina Tante Anis dan suara derit ranjang yang bergoyang menyertai desah persetubuhan kami yang ganas. Aku rasa dengan cara seperti ini Tante Anis tidak akan bertahan lama.

Beberapa saat kemudian Tante Anis minta ganti posisi, dia ingin berada di atas. Akhirnya aku berbaring pasrah sementara Tante Anis memposisikan dirinya berjongkok di atasku. Tangannya meraih penisku dan membimbingnya menuju liang vaginanya yang basah kuyup oleh lendirnya sendiri. Begitu penisku masuk, Tante Anis lalu mulai menggerak-gerakkan pinggulnya dengan ganas. Gerakannnya makin lama makin cepat dan desahannya makin keras, "Mhh... mmhh.. mmhh...." aku belum pernah merasakan goyangan pinggul seorang wanita seganas Tante Anis. Saking keras dan semangatnya goyangan Tante Anis, beberapa kali penisku sempat terlepas dari cengkeraman vaginanya tapi Tante Anis dengan sigap memasukkan kembali. Dan akhirnya tidak sampai tiga menit Tante Anis di posisi atas iapun mulai mengalami orgasme yang kedua kali....
"Aduh... tante mau keluar lagi sayang... aduuh... mmhh... mmhh... mmhh... aahh!" Tante Anis menjerit keras berbarengan dengan orgasmenya yang kedua. Kedua tangannya mencengkeram erat dadaku dan kepalanya mendongak ke atas sementara itu vaginanya menelan habis penisku sampai aku bisa merasakan ujungnya.

Baru kali ini kurasakan orgasme seorang wanita yang begitu ganas dan intens. Seganas-ganasnya Tante Nita, rasanya masih kalah ganas dibandingkan Tante Anis. Tidak berapa lama kemudian Tante Anis terkulai lemas di dadaku. Aku melirik ke arah Dewi, kulihat dia mulai terangsang hebat melihat "live-show" di depan matanya... Duduknya serba gelisah dan tangannya meremas-remas ujung bajunya. Aku sendiri sebenarnya belum orgasme, tapi rasanya juga tidak lama lagi. Permainan liar Tante Anis mau tidak mau membuatku makin dekat menuju puncak orgasme juga. Kalau aku sekarang mengajak Dewi untuk ML pasti aku tidak akan sanggup bertahan lama, jadi kuputuskan untuk menyelesaikan ronde pertamaku dengan Tante Anis saja. Setelah Tante Anis mulai pulih dari orgasmenya, aku balikkan tubuhnya sehingga dia kembali dalam posisi terlentang. Tanpa basa-basi langsung aku menancapkan penisku ke dalam vaginanya.
"Doni... tante masih lemes... sabar sayang.... sebentar lagi.... mmhh... mmhh..." Tante Anis mencoba mendorongku. Tapi tenaganya tidak cukup kuat, lagi pula hanya berselang beberapa detik kemudian tampaknya Tante Anis sudah mulai terangsang lagi. Apalagi setelah telinga dan lehernya kujilati dengan lidahku. Maklum kaum wanita dalam hal persetubuhan sebenarnya jauh lebih hebat dari pria, mereka bisa mengalami orgasme berkali-kali dalam waktu yang singkat kalau mendapatkan rangsangan yang tepat.

Aku terus menusukkan penisku berulang-ulang ke dalam vagina Tante Anis.
"Doni... kamu nakal sekali... mmhh... mmhh .... dasar anak muda..... mmhh... adduuh sayang... nanti tante bisa keluar lagi.... mmhh... Doni... aduuhh...mmhh... tante jadi konak lagi... aahh... kamu ganas sekali...." kurasakan pinggul Tante Anis yang semula diam pasrah kini mulai mengikuti gerakan pinggulku. Setiap kali aku menusukkan penisku, pinggul Tante Anis menyentak ke atas sehingga penisku masuk semakin dalam. Gerakannya yang kembali ganas membuat ketahananku hampir jebol. Perlahan-lahan kuatur posisiku agar bisa menusukkan penis sedalam-dalamnya.
"Tante... udah mau keluar belum.....?"
"Mmhh... iya sayang.... tante udah mau keluar lagi.... mmhh ...mmhh..."
"Sekarang kita barengan ya... Doni juga udah mau keluar...." "Hmmhh....... keluarin aja sayang... keluarin semuanya di dalam.... tante siap menampung.... tante udah nggak tahan sayaang.. ... tusuk tante yang kuat....... mmhh.... uuh... rasanya penis kamu makin besar..... dorong yang kuat sayang..... iya... seperti itu sayang... iya... masukin yang dalam...mmhh... adduuh... tante keluar lagi.... aahh...aagh....!!"
"Tante... mmhh... aduuh... Doni udah nggak tahan lagii..... aahh...aahh..aagghh...!!" Akhirnya sebuah semburan sperma yang dahsyat ke dalam vagina Tante Anis menyertai kenikmatan orgasmeku. Sementara itu tubuh Tante Anis juga kembali menegang dan berkedut-kedut menahan nikmat orgasmenya yang ketiga malam itu. Tidak lama kemudian tubuh kami saling berpelukan dengan lemas, kami tidak bergerak ataupun berkata-kata untuk beberapa saat karena rasa nikmat orgasme yang bersamaan tadi seolah meluluhkan semua kekuatan dan keinginan kami selama beberapa saat.

Aku dan Tante Anis hanya ingin diam berpelukkan dan saling menikmati hangatnya tubuh masing-masing, sementara penisku yang terasa makin melemah masih tertancap di dalam vagina Tante Anis.... Tidak berapa lama kemudian aku membaringkan tubuhku di samping Tante Anis. Penisku tergolek lemah kelelahan, basah kuyup oleh campuran lendir vagina Tante Anis dan spermaku sendiri. Sementara itu dari celah vagina Tante Anis lelehan sisa spermaku yang berwarna putih kental tampak mengalir keluar bercampur dengan lendir Tante Anis. Aku yakin spermaku banyak sekali yang masuk ke vaginanya karena sudah hampir dua minggu aku belum mengeluarkannya. Tante Anis memiringkan badannya dan mengelus-elus penisku.
"Gila kamu Doni..... belum-belum tante udah keluar tiga kali... kayaknya tante nggak bakalan kuat nih kalau ML sampai pagi...."
"Ah nggak apa-apa tante... khan ada Dewi, dia bisa gantiin tante kalau tante udah capek... iya nggak," kami tertawa cekikikan melirik Dewi yang dari tadi tampak duduk gelisah menahan gejolak nafsu.
"Iya Dewi, ayo kamu ikutan sini dong... bantuin aku ngerjain Doni... aku nggak bakalan kuat kalau sendiri," kata Tante Anis ikut memanaskan suasana.

"Ah... kayaknya aku nggak perlu bantuin Teh Anis..., tuh liat... Doni punya udah lemes... kelihatannya dia juga udah bakal nggak kuat lagi main dengan Dewi....," kata Dewi yang mulai menanggapi ajakan kami dengan setengah menantang.
"Tapi kalau punyaku bisa berdiri lagi Dewi mau ikutan nggak...?" pancingku.
"Boleh aja... tapi buktiin dong kalau Doni punya masih sanggup berdiri lagi seperti tadi," kata Dewi. Tampaknya Dewi sudah mendapatkan alasan yang pas untuk ikut bergabung.
"Ok... aku akan buktikan kalau sebentar lagi punyaku akan bangun dan keras seperti tadi tapi syaratnya harus Dewi yang bangunin yaa..." kataku tersenyum.
"Iya... tapi dibersihin dulu dong... Dewi nggak mau bekas Teh Anis... he... he.. he..." Aku lalu bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan penisku dari sisa-sisa cairan hasil persetubuhan dengan Tante Anis. Saat keluar dari kamar mandi tampak Dewi sudah duduk di tepi tempat tidur. Sementara itu Tante Anis gantian duduk tanpa busana di kursi sambil menenggak sekaleng bir hitam dan menghisap rokok.
"Ayo sini anak muda.... kita buktikan apa kamu masih sanggup bertempur lagi..." kata Dewi sambil tersenyum nakal. Setelah mendapat alasan yang pas, Dewi yang sebelumnya tampak malu-malu mulai menampakkan nafsu sex yang tidak kalah dengan Tante Anis. Aku lalu membaringkan tubuhku di tempat tidur.

Tanpa banyak basa-basi lagi Dewi langsung mengelus-elus penisku yang masih terkulai lemas akibat kelelahan setelah bertempur hebat dengan Tante Anis. Diremas-remasnya biji pelirku dan kemudian Dewi mulai menjilat-jilat batang penisku. Aku mulai merasakan kenikmatan lidah Dewi dan remasan lembut tangannya, akibatnya penisku perlahan-lahan mulai menunjukkan tanda kehidupan. Dewi mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya, dikulumnya kepala penisku dan dikocok-kocoknya batang penisku dengan tangannya. Tentu saja tidak berapa lama kemudian penisku mengeras kembali. Merasakan penisku kembali membesar dan mengeras, Dewi semakin bernafsu menghisap dan menjilatinya. Perlahan-lahan kulepaskan mulutnya dari penisku.
"Nah, sudah terbukti bisa bangun lagi khan... sekarang giliran Dewi memenuhi janji untuk ikut bergabung... gimana?" Dewi cuma tersenyum sambil dengan sukarela melepaskan pakaiannya satu per satu dan berbaring di sisiku. Karena sejak awal aku sudah tertarik dengan payudara Dewi yang montok seperti punya Pamela Anderson, aku langsung meremas payudaranya dengan lembut dan mempermainkan putingnya dengan lidahku. Dewi yang sebenarnya dari tadi sudah terangsang mulai mendesah-desah keenakan. Berbeda dengan Tante Anis, meskipun sudah 3 tahun menikah Dewi belum memiliki anak jadi puting susunya masih mungil dan berwarna terang seperti puting susu gadis perawan.

Setelah puas menjilati dan meremas buah dadanya, aku mulai menjelajahi bagian bawah. Perlahan-lahan kujilati bagian perut Dewi dan kemudian akhirnya sampai ke daerah "Segitiga Bermuda". Bulu kemaluan Dewi tidak selebat Tante Anis sehingga belahan vaginanya sudah tampak jelas tanpa harus menyibakkan bulu-bulunya. Setelah puas menjilati daerah lipatan paha dan daerah bagian atas bulu vagina Dewi, aku membuka bibir vaginanya dan terlihatlah liang vagina yang berwarna merah muda dan sangat indah. Ingin rasanya segera membenamkan penisku ke dalamnya. Mungkin karena belum memiliki anak, kedua bibir vaginanya masih tampak kencang dan tidak menggelambir seperti punya Tante Anis. Secara refleks jari-jari tanganku langsung masuk menggerayangi lubang vaginanya dan membuatnya melenguh keras, "Oohh........" Langsung lidahku menjilati bibir vagina dan klitorisnya dengan lembut. Setiap kali lidahku menjilati klitorisnya, pinggul Dewi bergerak maju seolah tidak menginginkan lidahku terlepas dari klitorisnya. Setelah kurasa cukup, akhirnya kulepaskan lidahku dari bagian vaginanya dan aku mulai membuka kedua pahanya. Aku benar-benar sudah tidak sabar ingin segera merasakan kenikmatan vagina seorang Dewi.

Dengan lembut kubelai lembut rambutnya, dari matanya kulihat Dewipun sudah tidak sabar ingin menerima penisku. Tapi dia bukan Tante Anis yang secara ekspresif dan terang-terangan mengumbar nafsunya dengan ganas. Dewi hanya menatapku penuh harap sambil nafasnya berdesah-desah tak teratur. Kuposisikan diriku diantara kedua pahanya, lalu perlahan-lahan kubuka bibir vaginanya dan kuarahkan penisku ke liang vagina yang tampak masih sempit. Kuletakkan kepala penisku tepat di depan lubang vaginanya. Lalu dengan lembut tapi pasti kugerakkan pinggulku ke depan sehingga penisku masuk ke dalam vaginanya. Gila....nih cewek... vaginanya masih sempit sekali, benar-benar seperti seorang perawan. Untung saja Dewi sudah cukup terangsang sehingga penisku tidak begitu kesulitan menembus liang vaginanya yang sempit dan basah. Dewi tampak menggigit bibir bawahnya dan tangannya meremas pinggangku. Aku sempat berpikir mungkin Dewi merasa kesakitan akibat perbuatanku, gerakanku kuhentikan sejenak.
"Sakit sayang...?" tanyaku. Dewi menggeleng perlahan.
"Enak sayang....?" kataku lagi. Dewi hanya mengangguk sambil tersenyum. Sedikit demi sedikit kupercepat gerakanku, vagina Dewi terasa makin basah dan gerakan penisku terasa mulai lancar.

Setelah merasakan persetubuhan yang ganas dengan Tante Anis, persetubuhan dengan Dewi terasa begitu lembut dan indah. Kontras sekali bedanya, namun kedua-duanya sama-sama memiliki kenikmatannya yang khas sehingga sulit untuk mengatakan mana yang lebih enak. Kubelai rambut Dewi dan kucumbu bibirnya dengan hangat, kami sungguh menikmati persetubuhan yang indah ini. Sesekali aku melepaskan diri dan meminta Dewi untuk bergantian di posisi atas. Diapun melakukannya dengan lembut namun penuh energi, digerak-gerakkannya pinggulnya maju mundur dengan berirama dan penuh tenaga sementara aku meremas-remas buah dadanya yang indah. Aku rasakan dinding-dinding vaginanya begitu kuat mencengkeram penisku sehingga membuatku makin terangsang. Sementara itu gerakan pinggul Dewi makin cepat dan desahannya makin kuat serta tidak beraturan. Dewi mulai sulit mengontrol gerakannya sendiri....
"Oohh... mmhh....mmhh... uuhh.." tampaknya Dewi mulai dekat menuju orgasme.
"Ahh... Doni... mmhh... Dewi di bawah aja ya... Dewi takut keluar duluan....."
"Nggak apa-apa sayang, keluarin aja...."
"Enggak ah... Dewi mau keluar barengan sama Doni...." Akhirnya Dewi kembali berbaring disebelahku. Aku langsung mengambil posisi diantara selangkangan Dewi dan kembali membenamkan penisku ke dalam vaginanya. Di posisi ini tampaknya Dewi lebih bisa mengatur nafsunya sehingga desahannya kembali teratur seirama dorongan penisku. Kami kembali bercumbu dengan hangat sambil tanganku meremas-remas buah dadanya dan pinggulku turun-naik sehingga kedua tubuh kamipun mulai dibasahi oleh peluh.

Sekarang giliranku mulai merasakan dorongan kenikmatan orgasme mulai menjalari seluruh tubuhku. Rasanya tidak lama lagi pertahananku akan bobol. Gerakanku makin kuat dan Dewi juga merasakannya sehingga diapun mulai agak mengganas. Aku mulai melepaskan bibirku dari bibirnya dan mulai mengatur posisi agar bisa menancapkan penisku dengan maksimal ke dalam vagina Dewi. Rasanya tidak lama lagi kami berdua akan sampai ke puncak kenikmatan....
"Dewi... aku udah mau keluar sayaang.... mmh.... sshh... sshh... mmhh..." aku mencoba sekuat tenaga mengontrol orgasmeku agar bisa bertahan sedikit lagi.
"Dewi juga mau keluar sayang... adduhh... penis kamu tambah besar... Dewi nggak tahan lagi... mmhh... aaah......mmhh..." Gerakan kami berdua makin cepat dan makin ganas, akhirnya....
"Aahh.... Donii..... mmhh.... aahh.... Dewi nggak tahan lagi sayang... aahh... aahh...!"
"Dewiii.... aduuh..... Donii keluaar............ aahh...!" Tubuh kami menggelinjang dan bergetar hebat dalam sebuah orgasme bersama yang indah, akhirnya kami berpelukan lemas. Setelah beberapa saat kami berpelukan, aku kembali mencumbu Dewi dengan lembut. Kemudian aku merebahkan diriku di sampingnya, kami diam dan saling berpandangan. "Wow... keren.... hebat...." tiba-tiba kudengar Tante Anis bertepuk tangan memberi "applaus" untuk persetubuhan kami yang cukup lama dan menggairahkan. Kami berdua cuma tersenyum saja, sudah terlalu lelah untuk berkomentar.

Mungkin lebih dari setengah jam aku dan Dewi saling bergumul sebelum akhirnya kami tenggelam dalam kenikmatan orgasme. Tampak Dewi tergolek kelelahan disampingku, dia hanya sebentar menoleh tersenyum penuh arti ke Tante Anis lalu kembali memejamkan matanya. Sementara itu sisa-sisa spermaku tampak mulai menetes dari celah vagina Dewi meskipun tidak sebanyak Tante Anis. Akupun hanya bisa terbaring lemas, penisku tampak tak berdaya. Tiba-tiba aku merasa sangat haus dan lapar. Aku bangkit lalu mengambil sekaleng bir dan menyantap sebungkus roti untuk mengembalikan tenagaku yang nyaris terkuras habis oleh dua wanita bersuami ini.
"Nanti kalau sudah siap, giliran tante lagi ya... melihat kalian ML tante jadi kepengen lagi lho.... Doni masih kuat khan...?"
"Ok tante,.... Doni masih kuat kok... liat nih... sebentar juga bangun lagi..." kataku menanggapi tantangan Tante Anis. Kutunjukkan pada Tante Anis penisku yang perlahan-lahan mulai agak membesar. Melihat aku mulai segar lagi Tante Anis merebahkan aku ke tempat tidur di samping Dewi yang masih tergolek kelelahan. Tanpa merasa perlu membersihkan penisku dari sisa-sisa persetubuhanku dengan Dewi, Tante Anis langsung mengulum dan mengkocok-kocok penisku hingga perlahan-lahan kembali mengeras dengan sempurna.

Begitu melihat penisku kembali berdiri sempurna langsung Tante Anis mengambil posisi jongkok dan memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Seperti sebelumnya, dengan ganas Tante Anis menggerak-gerakkan pinggulnya sambil mulutnya terus berdesah-desah merasakan nikmat. Dewi yang terbaring disampingku lalu membuka mata dan menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan kami,
"Ah.. keterlaluan deh Teh Anis ini, si Doni belum sempat istirahat udah diembat lagi.... nggak kasian sama anak orang..." Tante Anis cuma tertawa kecil dan meneruskan goyangan mautnya. Tak berapa lama kemudian Tante Anis melepaskan penisku dari vaginanya dan meminta aku untuk berganti posisi, dia ingin ditusuk dari arah belakang.
"Doni... tante kepengen kamu masukin dari belakang ya...?" Tante Anis lalu mengambil posisi menungging di sebelah Dewi sambil tangannya meraba-raba payudara Dewi sambil sesekali lidahnya menjilati putingnya. Sementara itu aku langsung memasukkan penisku lagi ke dalam vagina Tante Anis yang sudah merah merekah dari belakang. Merasakan apa yang dilakukan Tante Anis pada mulanya Dewi tampak risih, mungkin dia belum pernah dengan sesama wanita, tapi lama kelamaan dia membiarkan Tante Anis melakukan aksinya bahkan tampaknya Dewi mulai menikmati ulah tangan dan lidah Tante Anis.

Aku juga tidak tinggal diam, sambil penisku keluar masuk di vagina Tante Anis tanganku mulai meraba vagina Dewi sehingga membuatnya makin terangsang. Kemudian Dewi membuka kedua pahanya lebih lebar agar jari-jari tanganku lebih leluasa masuk ke dalam vaginanya. Sementara itu pinggul Tante Anis mulai bergerak tak teratur dan desahannya makin keras.
"Aaah... mmhh... mmhh.... mmhh...." Aku tahu sebentar lagi Tante Anis akan mencapai orgasmenya yang keempat. Kupercepat gerakanku dan Tante Anispun makin tak terkontrol.
"Donii.... aahh.... tusuk yang kuat sayaang.... iya... yang kuat sayang... teruss... teruss... tusuk yang dalam.... tusuk sampai ujung sayang... aahh... tantee keluar lagii......... aaghh..." Tante Anis mengejang keras dan menyentakkan pantatnya ke arahku sehingga penisku masuk makin dalam. Kutarik paha Tante Anis ke arahku dengan maksud supaya dia makin merasakan kenikmatan orgasmenya. Setelah beberapa saat akhirnya Tante Anis terkulai lemas dan peniskupun terlepas dari vaginanya. Melihat penisku masih berdiri tegang, Dewi langsung mengerti apa yang harus dilakukannya. Dia mengambil alih posisi Tante Anis dengan menungging di depanku. Dengan perlahan kubuka belahan vagina Dewi dan kumasukkan penisku ke dalamnya. Dewipun mendesah menahan nikmat saat penisku meluncur ke dalam vaginanya yang hangat dan basah.

Sementara penisku di dalam vaginanya, kedua tanganku mulai meraba-raba buah dadanya yang indah. Dewi tampak sangat menikmatinya sehingga pinggulnya mulai bergerak-gerak. Setelah beberapa menit berlalu, Dewi tampak mulai kelelahan dengan posisi "doggy-style". Dewi memintaku untuk melepaskan penis dan diapun kembali menelentangkan dirinya pasrah dengan kedua pahanya terbuka lebar-lebar seolah mengundangku untuk segera membenamkan penisku kembali. Dan akupun menanggapi undangannya dengan senang hati. Tanpa banyak basa-basi langsung kumasukkan penisku ke dalam liang vagina Dewi yang belum sempat dibersihkan dari lendir sisa-sisa persetubuhan kami sebelumnya. Dewi sendiri sekarang sudah mulai berani mengungkapkan gejolak nafsunya terang-terangan, dia mulai berani menggerakkan pinggulnya dengan ganas dan mendesah-desah dengan kuat. Rasanya Dewi yang sekarang tidak kalah ganas dengan Tante Anis.

Ini sungguh kejutan bagiku, aku tidak siap menghadapi keganasan Dewi yang nyaris tiba-tiba. Hal itu membuat aku nyaris kehilangan kontrol dan hampir mencapai orgasme. Tapi aku tidak ingin mengalaminya sendiri, aku ingin Dewi juga bisa merasakannya padahal saat itu kurasakan kondisi Dewi masih stabil dan belum mendekati orgasme. Sekuat tenaga aku berusaha mengontrol nafasku untuk menghambat datangnya orgasme. Tapi rasanya tidak banyak membantu, goyangan Dewi yang ganas membuat orgasmeku terasa makin mendekat. Akhirnya kuputuskan untuk meremas buah dada dan mempermainkan klitorisnya supaya Dewi juga cepat terangsang. Ternyata cara ini efektif, dalam waktu singkat gerakan pinggul Dewi menjadi makin kuat dan mulai tidak beraturan, desahan dan lenguhannya juga semakin keras. Aku tahu Dewi juga sudah kehilangan kontrol dan mulai mendekati puncak orgasme.... "Dewi sudah mau keluar ya.......?" tanyaku.
"Hhmm... iya sayang... adduhh... sebentar lagi Dewi keluar.... barengan ya sayang....sepertinya penis Doni juga udah makin besar... mmhh... enak banget..... vagina Dewi terasa penuh.... mmhh.... aahh..... fuck me honey....fuck me hard... aahh.... aahh...." Begitu kurasakan Dewi hampir mencapai orgasme langsung kupercepat gerakanku, kulepaskan tanganku dari klitoris dan buah dadanya sambil mencari posisi yang nyaman untuk melakukan tusukan akhir yang dalam dan nikmat. Dan akhirnya...
"Dewi.... aku nggak tahan lagi... keluarin bareng sekarang yukk......"
"Iya sayang.... Dewi juga.... aahh... adduhh.... tusuk yang kuat sayang... fuck me...... yess... aahh...uuhh... Dewi keluar lagi....aahh...... aagh...!!"
"Oohh.... Dewi.... mmhh Doni juga keluaarr...... aagh...!" Akhirnya kami kembali orgasme bersamaan.

Orgasme kali ini sungguh-sungguh menguras energiku, aku tidak tahu apakah aku masih sanggup kalau Tante Anis minta lagi. Tapi kulihat Tante Anis juga sudah kelelahan setelah empat kali orgasme hebat yang dialaminya sehingga kami akhirnya memutuskan untuk beristirahat saja. Kami bertiga tidur saling bepelukan tanpa busana dan hanya ditutupi selimut. Pagi itu aku terbangun, sayup-sayup kudengar suara adzan subuh. Tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Ah... ternyata Tante Anis sudah bangun lebih dulu dan dia sedang asyik mengulum penisku. "Aduh... tante... pagi-pagi udah sarapan pisang..." kataku sambil tertawa.
"Hmm.. sorry ya Don,... tante tadi bangun duluan terus tante nggak tahan liat penis kamu. Tante langsung ngebayangin kayaknya enak banget kalau subuh-subuh gini ML lagi dengan Doni... nggak apa-apa khan...?" Kulihat penisku sudah berdiri tegak akibat ulah Tante Anis. Tampaknya Tante Anis sudah sangat bernafsu, nafasnya memburu tak teratur dan pandangan matanya menunjukkan dirinya sedang berada pada puncak birahinya.

Sementara itu Dewi tampak masih tergeletak pulas disampingku.
"Doni sayang... tante pengen ngerasain penis kamu lagi yaa.... soalnya sebentar lagi khan kita pisah... jadi sekarang tante pengen ML lagi dengan Doni... mau khan...?"
"Masukin aja tante... Doni juga suka ML dengan tante....pokoknya hari ini Doni mau ML sampai kita bener-bener udah nggak kuat lagi.... tante mau khan?"
"Hm.... dengan senang hati sayang..... ssttt... jangan keras-keras nanti si Dewi bangun. Kasihan dia masih kecapaian semalam gara-gara ML dengan kamu." Ah... kali ini aku akan memberikan sesuatu yang lain untuk Tante Anis. Aku akan membuatnya mengalami orgasme berkali-kali tanpa sempat istirahat. Aku rasa ini tidak terlau sulit karena tampaknya Tante Anis tipe wanita yang sangat sensitif dan mudah mengalami orgasme. Lagi pula karena semalam aku sudah tiga kali orgasme, aku yakin bisa bertahan lebih lama lagi sekarang. Kubiarkan Tante Anis menaiki diriku dan memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Seperti biasa dia mulai menaik-turunkan pinggulnya sehingga penisku meluncur keluar-masuk vaginanya. Dengan sengaja kusentakkan pinggulku untuk menandingi gerakannya sehingga membuatnya makin terangsang. Benar saja tidak sampai lima menit Tante Anis mulai kehilangan kontrol dan melenguh kuat, ia mengalami orgasmenya yang kelima. "Aahh... Doni.... tante keluar.... mmhh... adduuhh... aahh... aahh.. aaghh...!!"
Aku tidak memberi Tante Anis kesempatan beristirahat. Setelah tubuhnya melemas aku langsung membaringkan Tante Anis dan membuka pahanya, tanpa basa-basi aku langsung menancapkan penisku ke dalam vaginanya. Dan kali ini aku menusukkan penisku dengan kuat dan cepat. Benar saja, Tante Anis tampak kaget dan tidak siap dengan serangan tiba-tiba ini. Tidak sampai tiga menit kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat.
"Adduhh... Doni... tante jadi pengen keluar lagi.... aahh... aahh... aahh..." Kurasakan badan Tante Anis mengejang dan kemudian lemas, ini orgasmenya yang keenam. Sementara itu penisku masih keras dan besar di dalam vaginanya. Tanpa memberinya kesempatan istirahat aku kembali menggerak-gerakkan penisku dengan kuat dan ganas.

Tante Anis yang belum sempat istirahat untuk memulihkan tenaganya, kembali tergetar oleh rangsangan orgasme yang ketujuh.
"Donni..... kamu nakal.... nanti tante bisa keluar lagi... aduuhh... mhh... aahh... mmhh.... Doni..... tante mau keluar lagii..... aduuhh... aahh..... dorong yang keras sayang... iya... tusuk yang dalam sayang... iya gitu... terus... terus.... jangan berhenti... aahh... aahh... enak sekali sayang... mmhh... tante keluar lagiii... aahh" Kembali aku tidak memberinya kesempatan istirahat, kali ini kuangkat kedua kakinya dan pantatnya kuganjal dengan bantal sehingga penisku masuk semakin dalam hingga menyentuh ujung vaginanya.

Kutusukkan penisku ke dalam vagina Tante Anis berulang-ulang dengan cepat dan kuat. Hanya berselang satu atau dua menit dari orgasme sebelumnya kembali tubuh Tante Anis bergetar hebat untuk mengalami orgasmenya yang ke delapan.
"Aahh... Donnii.... uughh.... masukin yang dalam sayang.... masukin sampai ujung.... aahh.... enak banget..... aaahh... gimana nih.... tante bisa keluar lagi.... mmhh.... aahh... aduuhh... tante keluar lagi sayang... aahh.. aahh....." kali ini tubuhnya menggelinjang cukup lama, pinggulnya berkedut-kedut tidak beraturan, matanya terpejam rapat-rapat dan giginya terkatup menahan kenikmatan yang luar biasa.... Begitu selesai orgasme yang ke delapan, kembali aku meneruskan tusukan penisku.

Kali ini tante Anis sudah mulai merasa tidak kuat lagi, matanya memelas memintaku untuk berhenti.
"Udah dong sayang... tante capek banget.... vagina tante mulai perih sayang jangan cepet-cepet dong... sakit... udah sayang... tante istirahat dulu... sebentar aja... nanti kita lanjutin lagi... kasih kesempatan tante istirahat dulu sayang..." katanya sambil mencoba menahanku. Tapi aku tidak peduli, memang gerakanku kuperlambat supaya Tante Anis tidak merasa sakit tapi aku tetap menusukkan penisku ke dalam vaginanya. Aku sendiri sekarang mulai terangsang berat melihat pandangan sayu tanpa daya seorang wanita yang haus kenikmatan seperti Tante Anis. Setelah beberapa saat tampaknya Tante Anis mulai kehilangan rasa sakitnya dan berubah menjadi rasa nikmat kembali, dia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti gerakanku. Sekarang aku ubah sedikit posisiku, hanya kaki kiri Tante Anis yang kuangkat sementara kaki kanannya tergeletak di kasur dan kaki kiriku kuletakkan diatas paha kanannya. Kelihatan Tante Anis menikmati sekali posisi ini, dia mulai bergairah lagi dan gerakan pinggulnya mengganas kembali.

Tak lama kemudian iapun mengalami orgasmenya yang kesembilan... "Ahh...oohh...Doni....kamu pinter banget sih... aahh... anak nakal.... tusuk tante yang kuat sayang... aahh ... aahh... tante keluar lagi.... aahh..... aahh aahh..!," teriakannya kali begitu keras dan panjang sehingga Dewi yang tertidur kelelahan akhirnya terbangun juga. Aku menekan penisku dalam-dalam di vagina Tante Anis sambil menunggunya kembali siap.
"Udah sayang... tante udah capek... tante nggak kuat lagi sayang.... udah ya sayang... vagina tante udah kebas...... please... tante udah nggak sanggup lagi......"
"Hmm... Doni masih pengen terus tante... soalnya sebentar lagi kita pisah... Doni mau menikmati tubuh Tante Anis hari ini sampai sepuas-puasnya..." kataku sambil memulai lagi tusukan penisku.
"Ayo dong sayang..... udah dulu... kapan-kapan kita khan bisa ketemu lagi.... tante janji deh.... tapi sekarang udah dulu tante capek banget... tenaga tante udah abis...."
"Yang ini terakhir tante... Doni juga udah mau keluar kok... boleh yaa..." kataku sambil mengecup bibirnya.

Tante Anis terdiam dan berusaha menikmati permainan penisku yang terus mengganas nyaris tanpa henti. Sementara itu aku sudah merasakan diriku mulai mendekati orgasme juga, penisku terasa membesar dan memenuhi vagina Tante Anis. Tampaknya Tante Anis juga merasakan hal yang sama, iapun segera terangsang berat serta mulai mendesah-desah untuk orgasmenya yang kesepuluh.
"Ahh... Doni.... keluarin punya kamu sekarang sayaang... tusuk tante yang kuat... tante juga udah mau keluar sekarang....... aaaahhh..!!" "Ayo tante kita barengan... ini yang terakhir.... aahh Doni keluarr... aaggh...!"
"Aahh...... mmhh... tante juga keluar lagii..... adduhh maakk...enak bangeett...... aaghh...!" Akhirnya kali itu persetubuhan kami benar-benar terhenti dan kamipun berpelukan lemas. Kukecup bibir Tante Anis dan perlahan-lahan kulepaskan penisku dari dalam vaginanya. Kulihat vagina tante Anis sudah sangat merah dan Tante Anis sendiri masih memejamkan matanya kehabisan energi. Hanya sedikit saja sisa lelehan spermaku yang keluar dari vagina Tante Anis, rupanya aku sudah mulai kehabisan cadangan sperma.

Tiba-tiba keheningan kami dipecahkan oleh suara Dewi,
"Hey... kalian ML kok nggak ngajak-ngajak Dewi sih... emangnya kalian kira aku nggak pengen yaa...."
"Sudah berapa lama sih kalian main... kok kayaknya seru banget... Anis sampai basah penuh keringat gitu...," lanjut Dewi lagi. Tante Anis hanya menoleh sejenak lalu memberi kode dengan jarinya bahwa ia mengalami 6 kali orgasme pagi itu.
"Enam kali...?? Ah gila juga... bener-bener teteh maniak ML..... Dewi baru tau...." kata Dewi melotot memandangi Tante Anis seolah tidak percaya.
"Swear... enggak juga Wi.... aku baru kali ini kok ML segila ini, gak tau nih siapa yang gila, si Doni apa gue...." kata Tante Anis membela diri sambil masih terengah-engah kelelahan.
"Dewi juga pengen dong sayang.... nggak usah enam kali kayak Teh Anis tapi Dewi pengen ML lagi pagi ini sebelum kita pisah... ya sayang..... please... aku pengen dapet kenang-kenangan yang spesial dari kamu. Ok, honey....." Tapi tampaknya Dewi menyadari kondisiku yang masih lelah kehabisan tenaga.
"Kalau Doni masih cape, pakai tangan atau lidah juga gak masalah kok..... dari tadi aku liat Teh Anis ML dengan kamu kok kayaknya seru banget, Dewi jadi konak kepengen ngerasain juga. Please honey... jilatin punyaku seperti kemarin malam.... Dewi suka kok... jilatin terus sampai Dewi puas... pokoknya jangan berhenti sebelum aku puas yaaa...... please honey... eat my pussy.... please..." Dewi yang beberapa jam sebelumnya masih malu-malu dan pura-pura tidak mau ikutan kini terlihat mulai berani merayuku dengan genit, di bukanya pahanya dan kedua tangannya menarik bibir vaginanya ke samping sehingga lubang vaginanya yang mungil tampak jelas.

Mau tidak mau akupun kembali terangsang dan mulai melupakan kelelahanku. Aku ingin membuat Dewi mengalami orgasme berkali-kali tanpa istirahat seperti Tante Anis. Karena penisku masih lemas, kali ini aku memulainya dengan lidahku dulu. Kubaringkan Dewi di atas ranjang dan pantatnya kualasi dengan dua buah bantal supaya lidahku bisa menjangkau vaginanya dengan mudah.
"Nah... gitu sayang... jilatin vagina Dewi... hmmh... enak banget.... Dewi belum pernah orgasme pakai oral... sekarang Dewi pengen ngerasain... ayoo sayang... bikin aku terbang melayang ke bulan.... c'mon honey... lick my pussy.... mmhh... yesss... I like it... yess... make me cum honey..." Kujilati bibir dan liang vaginanya lalu kupermainkan klitoris Dewi dengan bibir dan lidahku sementara itu jari-jari tanganku masuk ke dalam liang vaginanya.

Tampaknya Dewi sangat menikmati ini, pinggulnya bergoyang-goyang perlahan serta suaranya mendesah-desah sexy sekali. Setelah beberapa menit akhirnya kuputuskan untuk meningkatkan rangsangan dengan jalan menghisap klitorisnya dengan kuat dan menjilatinya dengan cepat sehingga tubuh Dewi mulai bergetar tak beraturan. Sementara itu jari-jariku terus masuk semakin dalam sampai menyentuh g-spotnya. Ini membuat Dewi menjadi makin tak mampu mengontrol dirinya lagi, pinggulnya bergetar keras hingga akhirnya dia mengalami orgasmenya yang ketiga.
"Mmhh Doni... adduhh... Dewi nggak tahan lagi adduuhh... terus isep yang kuat... c’mon honey.... mmhh... yess.... I’m cumming.... I’m cumming...... aduh enak bangeett.... aahh... oohh.... oohh...!!" tubuh Dewi mengejang keras, giginya terkatup rapat, matanya terpejam dan tangannya mencengkeram kasur dengan kuat. Tapi aku tidak menghentikan permainanku, klitoris dan g-spotnya terus aku rangsang sampai akhirnya setelah hampir semenit berlalu tubuh Dewi yang menggelinjang mulai terkulai lemas kehabisan tenaga. Aku ingin Dewi merasakan orgasme yang terus-menerus tanpa henti seperti Tante Anis. Dewi masih tergolek lemas di tengah tempat tidur, sementara itu penisku sudah mulai menegang kembali setelah mendapatkan cukup waktu beristirahat.

Dewi yang belum sadar akan apa yang terjadi tiba-tiba kaget karena aku memasukkan penis ke dalam vaginanya yang masih berdenyut-denyut akibat orgasmenya yang terakhir.
"Aduhh... Doni sayang... kamu ganas banget sih.... Dewi masih capek nih.... istirahat dulu yaa.... please honey..." Aku tersenyum dan menggelengkan kepala perlahan sambil terus menancapkan penisku ke dalam vaginanya. Akhirnya tidak berapa lama kemudian Dewi mulai terangsang juga, dia mulai menikmati sodokan penisku dan mulai menggerak-gerakkan pinggulnya dengan ganas. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya pertahanan Dewi mulai bobol. Ia mulai kehilangan kendali dan tubuhnya bergetar-getar merasakan orgasmenya yang ke-empat.
"Donni..... mmhh... gimana nih... Dewi bisa keluar lagi sayang....... aduhh... aahh... keluar lagi deh... aahh..... mmhh.... aahh...!" kedua tangan Dewi mencengkeram punggungku sementara itu kakinya menjepit kuat pinggulku. Aku membiarkan penisku tertancap dalam-dalam di vagina Dewi dan membiarkan dia menikmati orgasmenya. Begitu cengkeraman Dewi mulai melunak aku mulai lagi melanjutkan goyangan penisku di dalam vaginanya. Dewi tampaknya kaget setengah mati dan benar-benar tidak siap mendapat serangan beruntun ini.
"Doni... udah dulu dong sayaang... Dewi masih capek..... Dewi lemes banget sayang.... please.... gimme a break, honey...." Tapi sama seperti dengan Tante Anis sebelumnya, aku tidak ambil peduli. Aku terus menusukkan penisku ke dalam vaginanya, makin lama makin cepat... sampai akhirnya Dewi mulai terangsang lagi untuk yang kesekian kalinya dan kembali ikut bergerak aktif.

"Doni... gantian ya... Dewi pengen di atas...." Aku lalu merebahkan diriku dan membiarikan Dewi menaiki tubuhku sambil membenamkan penisku ke dalam vaginanya. Kali ini Dewi benar-benar sudah belajar banyak dari Tante Anis, gerakannya mulai ganas dan liar. Desahan-desahan kenikmatannya benar-benar membangkitkan nafsu. Akhirnya Dewi mulai mengalami puncak kenikmatan orgasmenya yang kelima, gerakannya makin liar terutama saat membenamkan penisku ke dalam vaginanya dan desahannya berubah menjadi jerit kenikmatan.
"Donii.... aahh... Dewi udah nggak tahan...uuhh... mmhh .....Dewi keluar lagi.... mmhh... yess.... I’m cumming... aahh... aahh......!!" Akhirnya pinggul Dewi menghujam keras ke bawah membuat penisku terbenam sampai ke ujung vaginanya berbarengan dengan rasa nikmat luar biasa yang menjalari tubuhnya. Dan Dewipun terkulai lemas di atas tubuhku.

Kelihatan Dewi sudah begitu lemas setelah orgasmenya yang kelima, tapi sudah kepalang tanggung. Aku sudah terangsang berat dan belum orgasme. Kubaringkan Dewi yang masih memejamkan mata, lalu perlahan-lahan kubuka pahanya dan kuarahkan penisku ke liang kenikmatannya. "Aduh... jangan sayang... uuh... sakit sayang... vagina Dewi udah mulai ngilu.... berhenti dulu yaaa... istirahat sebentar aja... nanti boleh lagi...." Dewi mencoba menolakku, tapi tubuhnya yang sudah lemah tidak kuasa menahan masuknya penisku ke dalam vaginanya. Akhirnya ia tergolek pasrah di bawah berat tubuhku yang menindihnya. Aku tidak ingin menyakiti Dewi, sebaliknya aku ingin memberinya kenikmatan. Maka aku menggerak-gerakkan pinggulku dengan hati-hati supaya penisku bergerak dengan lembut di dalam vaginanya yang sudah over-sensitif. Kalau Dewi terlihat kesakitan aku berhenti sebentar, setelah itu aku lanjutkan lagi dengan gerakan yang lembut. Sesekali kucumbu bibirnya, lalu kujilati leher dan telinganya agar nafsunya bangkit kembali sehingga akhirnya perlahan tapi pasti libido Dewi mulai naik kembali.

Ia mulai bisa merasakan kenikmatan yang diberikan penisku. Matanya mulai terpejam merasakan nikmat dan dari mulutnya yang mungil kembali keluar desahan-desahannya yang khas dan sexy. Beberapa saat kemudian tampaknya Dewi benar-benar sudah pulih, rasa sakitnya sudah tergantikan sepenuhnya dengan rasa nikmat. Ia mulai menggerakkan pinggulnya dengan ganas sehingga akupun harus mempercepat tusukan penisku untuk mengimbanginya. Aku merasakan Dewi sebentar lagi akan mencapai orgasme, dan begitu juga aku.
"Doni sayang... Dewi mau keluar lagi..... adduhh... adduhh... enak banget... mmhh... c’mon honey... fuck me harder.... yess.... aahh... masukin yang dalam sayang... adduuh... mmhh.... adduhh... Dewi keluar lagii.... mhh... aahh... I’m cumming.... aahh!"
"Ayo Dewi.... kita barengan yaa sayang....... mmhh... aahh...!!" Akhirnya aku menumpahkan sisa persediaan spermaku yang terakhir ke dalam vagina Dewi, sementara tubuh Dewi menggelinjang hebat menahan nikmat orgasmenya yang keenam.

VidGrab - Download YouTube video, download google videos, download ... Tags: toket bule toket gede anak galeri memek lubang memek memek mahasiswi ... Terbaru video memek ngentot memek basah memek tante ngentot tante ngentot ... Tags: nikmatnya ramas dan urut tetek kerja sambilan dari rumah online buat ...www.vidgrab.com/lubang%20memek - Hasil Pencarian Untuk Nikmatnya Memek Tante Nita Cerita Seks ... Information about Nikmatnya Memek Tante Nita Cerita Seks Dewasa Cerita ... Foto Bugil Nikmat bang……desah ina ketika kontol iwan menembus lubang memeknya ...situsbokep.info/.../Nikmatnya+Memek+Tante+Nita+%7C+Cerita+Seks+Dewasa+%7C+Cerita+Seks+... - ku entot lubang anus tante Kurasakan nikmatnya lubang anus Mbak Erna. Sambil kucucuk ... menghisap dan sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vagina Tante . ...cewekina.net/cewek-bugil/ku-entot-lubang-anus-tante/ - Nikmatnya memek Tante Nita - cerita1o - peperonity.com Nikmatnya memek Tante Nita. Apa yang akan kuceritakan ini terjadi .... Ingin rasanya segera menancapkan batang kemaluanku ke dalam lubang kewanitaannya. ...pl.peperonity.com/go/sites/mview/cerita1o/17091808 - Nikmatnya Memek Tante Nita Cerita Seks Dewasa Cerita Sek Picked ... 16 Mei 2009 Nikmatnya Memek Tante Nita : Cerita Dewasa Online. ... Aku segera mencium dan menjilati “lubang surga” itu, agar Muti bisa merasakan apa yang ...pickednews.com/.../nikmatnya+memek+tante+nita+cerita+seks+dewasa+cerita+sek - Cerita Dewasa Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Tanteku Cewek Cantik ... Bagi cewe dan tante yang mau merasakan kehangatan dan nikmatnya ML cr qu di ... Nikmat bang……desah ina ketika kontol iwan menembus lubang memeknya dan ...cewek-cantik.com/.../Cerita+Dewasa+Cerita+Dewasa++Nikmatnya+Memek+Tanteku -memek tante enak sekali at Bookmark Canter Nikmatnya memek tante Nita : Cerita ... tante girang pamer memek. ... memek ibu lubang memek memek enak ngentot memek memek abg jembut memek memek kontol ...www.bookmarkcenter.com/.../memek+tante+enak+sekali.php -Cerita Dewasa Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Tanteku Index Iklan ... Dapatkan koleksi lengkap 3gp porno mulai dari abg smu bugil, sampai dengan tante girang. Nikmat bang……desah ina ketika kontol iwan menembus lubang memeknya ...paketiklan.com/.../cerita+dewasa+cerita+dewasa+nikmatnya+memek+tanteku -
memek tembam: Nikmatnya Memek kujilat memek lendir memek lihat memek lobang memek lubang memek main memek ... memek tante bugil memek tanteku memek tebal memek teman memek temanku ...memektembam.blogspot.com/2009/.../nikmatnya-memek.html -

Facebook abg smu perawan pertama kali ngentot ml

Aku tiba di rumah Om Billy pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi. Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 5 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan ramping tdk terlalu montok, tinggi sekitar 162 cm, mengusik mataku yang nakal.
"Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat Kakak." Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana.
"Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?" Kataku sambil ngeledek.
"Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?" katanya sambil mencibir.
"Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede, cantik lagi, tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?" tanyaku.
"Pacar? Masih belum boleh pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?" jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya.
"Emang Nina udah siap pacaran?" tanyaku.
Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng.
"Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan, dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin."
Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan, mataku tak pernah lepas memandangi gadis remaja cantik yang duduk didepanku ini.
"Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?" tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan.
Nina langsung menjawab, "Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak. Katanya ada urusan mendadak".
Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa Om Billy dan ist ada urusan Kantor di Surabaya selama 2 minggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama 2 minggu.
"Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?" tanyaku setelah membaca surat itu.
"Wah, Kak! 2 minggu itu cepat. Pernah Nina ditinggal sebulan" jawabnya.
"Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama 2 minggu. Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?" kataku.
"Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall. Boleh, Kak?" Nina memohon kepadaku.
"Oh, boleh sekali. Sekarang aja kita berangkat!" setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall.

Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi.

Pulang Jalan-jalan pukul 19. 00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, Aku teringat akan DVD Porno yang Aku bawa dari daerah. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang.
Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku Menonton Film itu.

Tiba-tiba, "Akh..! Nina memekik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan DVD itu.
"Nin, kamu udah lama disitu?" tanyaku gugup.
"Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari" jawabnya polos.
"Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq. Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik. Dan ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat". Jawab Nina. Aku langsung lega.
"Jadi Nina mau nonton juga?" pelan-pelan muncul juga otak terorisku.
"Wah, mau sekali kalau Kakak ijinin nina menjawab krn mungkin dia menganggap saya ini sbg kakaknya" Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal.
Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya.
"Iseng-iseng kutanya padanya "Nina pernah melakukan adegan begituan?" Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV.
"Pacaran aja belum apalagi adegan begini."
"Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan. Asik, lho! Nina akan rasakan pengalaman & kenikmatan yg hebat. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?" Tanyaku spontan.
"Emang kakak pernah dalam hal begituan?" tanya Nina menantang.
"Ee..! nantang, nih?" Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja. Terasa sekali nafasnya mulai memburu tanda Dia mulai terangsang dengan Film itu.
Aku tak melepaskan dekapanku sambil mengusap-usap lengan nina dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, "Kak,boleh ngga ajarin Nina tapi ini rahasia kita aja!". Aku seperti disambar petir.
"Yang benar, nih?" tanyaku berdebar memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan Dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya.

"Kak. Nina pengen tau gimana rasanya katanya teman2 sih asik gitu" Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina. Nina menyambut dengan lumatan yang masih agak kaku dan gemetaran, aku melumat bibir nina sambil mengajarinya cara berciuman kurang lebih 4 menitan setelah itu kami berdua mulai melepaskan pakaian kami satu persatu, saya yg memulainya dgn menarik keatas kaos tidur nina dan tampaklah bh warna kream yg dipakai nina dan tangan saya dgn cekatan melepaskan kaitan dan sambil menurunkan tali bhnya, nina tampak memejamkan matanya saat bhnya saya lepaskan, tampaklah 2 bukit indah yg putih mulus dengan putting susu sebesar kacang tanah berwarna merah muda kecoklatan,saya berkata sama nina, koq...! Tutup mata ?!, jawabnya malu... ah kak, khan nina sekarang sdh beda dgn yg dulu supaya dia tidak jadi ragu saya langsung memeluknya sambil mencium bibirnya sesaat sampai nina tenang lalu tangan saya mulai meraba pantat nina yg tidak terlalu besar namun padat & mulai meremasnya, nina mendesah & berguman ah.....kaka.., tangan kanan saya segera masuk kebagian dalam celana hawai nina sambil merasakan betapa halus kulitnya sambil terus meremas lembut pantat nina, tanpa menyia-nyiakan waktu saya menarik turun celana hawai sekaligus celana dalam yg dikenakan nina sampai paha namun nina sempat menahan dgn merapatkan pahanya sambil berkata malu ah...kak ! Tapi saya bilang: katanya nina pingin tau gimana sih rasanya ?, khan nina lihat sendiri di film, cewek itu mendesah keenakan saat mereka melakukannya, sambil saya cium lembut bibir nina sesaat sementara tanganku kembali menurunkan celana yg sempat terhenti dipaha, dgn bantuan ciuman tadi nina tampaknya ingin melanjutkan percobaan yg dia ingin rasakan, sayapun dgn sigap segera melepaskan celana nina sampai lepas dr kakinya, tampaklah bagian tubuh yg paling pribadi nina yg baru mulai berbulu, itupun masih halus & agak jarang bulu-2 disekitar vagina nina, sayapun mulai melepaskan kaos yg saya kenakan serta celana pendek saya sekaligus cd saya sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami, nina kembali sempat berkata kaget saat saya melepas cd saya krn waktu itu penisku sdh berdiri tegang dgn ukuran 14 cm & diameter 3.5 cm, ukuran sedang untuk size indonesia. Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat.

Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna. Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumur dia. Susunya yang tidak terlalu besar dgn ukuran 32B yg masih kencang dan padat berisi, & saya yakin ini belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun & vaginanya yg tampak masih membentuk celah yg masih rapat.

"Koq Cuma dilihat?" Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu. Merasa tertantang oleh kata-katanya, Aku langsung memeluknya sambil membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu. Nina mulai mendesah-desah tak karuan.
Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas, Aku mulai menghisap puting susu yang masih kecil & berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan.

"Oh.. Kak.. Kak..!badan nina bergetar krn baru pertama kali dalam hidupnya payudaranya diremas & diisap oleh orang lain oh.......!" desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit.
"Ah.. Geli sekali, Kak.. ah..ah....!" desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari Susu Nina yang montok itu. Tiba-tiba, Nina memekik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali.
"Akh.. ah.. ah.. ah.. Kak.. oh..!" Itulah orgasme pertama dlm hidupnya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat.
"Gimana Enak, Nin?" tanyaku sambil mencubit putting susunya.
"Wah, Kak! Rasanya Nina terbang melayang" Jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya.
"Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi." Kataku.
"Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu" sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki.
"Gimana, mau?" Tanyaku menantang.
"Sempat kaget dia begitu saya bilang tadi tp dgn malu-2 dia bilang boleh deh sambil nyoba!" Nina menjawab dan langsung meraih penisku. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku berdiri penuh. Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. Karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur.
"Nah sekarang pelajaran yang terakhir" Kataku. Nina menurut aja waktu Aku membaringkan di atas karpet. Nina juga diam & kembali menutup dgn dahi berkerut waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya diam saja ketika Aku mencoba memasukkan penisku ke dalam vaginanya dgn perlahan.

"Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!" jerit Nina ketika kepala penisku berhasil menerobos masuk celah vaginanya. Dengan lembut Aku melumat bibirnya sambil meremas-remas lembut payudaranya sekitar 2 menitan supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku coba menekan pinggulku.

"Terasa sempit sekali vagina nina untuk penisku, oh..!" Nina hanya memejamkan mata sambil mendesah menahan rasa sakit di vaginanya sekitar baru kepala penisku yg baru masuk ke vagina Nina supaya dia terbiasa dgn penisku, aku tidak langsung memasukan penisku tp dgn menarik keluar masuk ke vagina Nina sebatas tadi. Tampak Nina tidak terlalu tegang lagi namun matanya msh terpejam kuat sambil merasakan sesuatu benda keluar masuk di vaginanya, agak aneh, tegang, geli, kuatir demikian pengakuan Nina waktu menceritakannya pada saya.

Setelah berjuang dengan susah payah,sekitar 5 menitan saya mencoba menekan lebih dalam penisku ke vagina nina dan Bless..!, terasa seperti kepala penis saya menerobos sesuatu yg halus & lembut waktu saya melekukan penekanan tadi
"Akh.. Kak.. sakit..!" Nina memekik tertahan & badannya agak menegang sambil memelukku erat ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja dgn perlahan saya memasuk keluarkan penisku dgn gerakan yg hati-2 karena terasa masih seret gesekan kulit penisku dgn dinding vagina Nina, suatu perasaan nikmat yg luar biasa bagi saya saat itu lain dgn Nina, dia bilang cukup sakit saat saya menekan penis saya & merobek selaput perawannya & aneh ada benda di dalam vaginanya. Setelahkira-2 4 sampai 6 menit (kayaknya sih soalnya ngga sempat liat jam) saya tekan penisku sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya.Terasa denyutan-2 pada vagina yg menjepit penisku.Nina merasakan penuh vaginanya waktu itu. Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan perlahan & pasti.

"Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!" Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan-kekiri menahan rasa sakit & geli pada kemaluannya. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi keremas-remas terus. Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina,
"Oh.. Nin, vaginamu ini, oh..!" Aku mendesah nikmat.
"Gimana, enak? nikmat?" bisikku sambil terus menggenjot Nina.
"ah....ah....., Kak.. oh..sakit...perih...pelan pelan, Kak.. oh..!" Desah Nina.
Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang.
"K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!" Kata Nina sambil tersengal-sengal.
"Sabar, Nin! Kita keluarkan Bersama-sama, yah! Satu.." Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku.
"Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!" Aku Menyemburkan Spermaku, croot.. croot.. croott..! Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme.
"Akh.. oh....!" Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa hangat sekali dan nikmat. Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme. Setelah penisku mengeluarkan cairan sperma di dalam vagina Nina, aku menarik dgn perlahan, saat menarik nina menahan nafas krn memang penisku msh tegang walaupun tidak full sehingga terasa oleh nina gesekan pada vaginanya, perih....kak ! Ooh.....kak, slepp..... Lepas sudah penisku dr vaginanya terasa msh agak menjepit memang vagina nina krn baru pertama kali dimasuki penis laki-2, setelah itu aku terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal-sengal dan terlihat badannya berkeringat, Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata
"Thank's Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?" Sambil dgn ekspresi yg tidak bisa dibayangkan Nina menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini. Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank's ya Kak! Yang tadi itu wah...! sekali. Rasanya terus terang ngga bisa dibayangin deh, emang awalnya nina takut apalagi penis kakak itu besar buat nina yg baru pertama kali, ngeri....deh mana sakit waktu kepalanya penis tadi masuk ke vagina nina dan sakit sekali tadi waktu kakak menekannya masuk kayaknya waktu itu seperti robek vagina nina (saat penis saya menembus selaput perawannya Nina tadi) terus kakak tekan sampai masuk semua penis kakak, wah terasa sakit, tegang dan pehuh vagina nina juga waktu kakak mulai narik keluar, rasanya sakit, geli terus waktu nekan masuk, penuh deh vagina nina, rasanya ngga kebayang deh Kak !. Saya tersenyum mendengar itu semua.

Cewek-cantik-ml.html Kumpulan Foto Bugil dan Video Bugil Gadis ... Video Bokep Abg Cantik Asik ML di kamar pacarnya. Video Bokep Abg SMU ... www.cewekbogel.com. Tante Seksi " cewek cantik friendster FACEBOOK indonesia ... cewek cantik lepas perawan. gadis perawan pertama kali ML. ... Cewek ABG SMA Gadis SMU Bugil · Cewek Bispak Cantik ngentot · Foto Telanjang anak smu bugil ...www.fotobugils.info/search/cewek-cantik-ml.html - Ngentot Anak Pembantu Sebelah Gadis Seksi Bugil Masbuchin Ads Cerita Mesum Video Porno Foto Artis Indonesia Yang Masih Gadis ABG SMP Manado Cantik ... Sayang sekali aku tidak sempat merekam saat pertama kali berhubungan seks dengan Hana ... Lagi panas - panas nya nonton felm laga memek perawan ngentot, ... ngentot cewek mandi hot actrees swimsuit bikini anak smu telanjang ...ads.masbuchin.com/.../ngentot+anak+pembantu+sebelah+gadis+seksi+bugil - Hasil pencarian Untuk Cerita Perawan Lg Ml AnimeLoaded ... Dapatkan koleksi lengkap 3gp porno mulai dari abg smu bugil, ... Kisah Pecah Perawan ABG Ngentotcerita ngentot dengan anak smu perawan (198000 Search ... semua pengemar blog mega polling kali ini tentang cerita sex keperawanan dan ... yah.. pertanyaan pertama pada umur Berapa .. Apesnya dapet istri gak perawan. ...ratugosip.com/.../cerita+perawan+lg+ml+%7C+AnimeLoaded - Cewek Cantik Blogs (Ngentot, Yang, Blogspot) @ TexasTraderRV.com 3 Agu 2009 ... Includes Ngentot Abg, Ngentot Abg Hot, Bugil Memek, Pintar Dari, Wanita, Maria Ozawa, ... cantik. ngentot ml abg . cewek cantik. ngentot - abg hot . cewek. ... pertama kali ngentot dengan . cewek cantik. bugil memek masih perawan ... cantik. bugil gadis smp smp bugil gadis perawan indo ngentot smu. ...www.texastraderrv.com/cewek_cantik/blogs.htm - cerita kisah nyata abg bispak - Sz Web Search kisah nyata anak ngentot ibu kandungnya ... Cerita dewasa kali ini ... Facebook cewek ABG bispak dan friendser serta no HP. cewek jilbab ngentot di kantor . ... yeu69 - vidio bok3p smu abg perawan - dewasa kisah nyata - foto telanjang artis ... abg smu dientot videos - malam pertama khawin - foto - foto - cerita . ...www.sz-pet.com/cerita+kisah+nyata+abg+bispak.html - Gadis Bugil ABG 17 tahun SMU narsis gallery photo model gadis ... 17 tahun narsis ABG Gadis Bugil SMU. ... masih ABG lho and umurnya masih 17 tahun bro! keren ga koleksi gw kali ini?hehehe… ... Cerita Awal gw bisa ngentot ama Gadis bugil Smu 17tahun narsis ini kerana gw kenal dia lewat FB ( facebook ... bilang sakit!hahaha…dasar emang anak SMU yang baru pertama ngentot yang belum ...gadishotsex.com/.../gadis-bugil-smu-narsis-17-tahun-abg/ - Perawan Bugil Blogs (Gadis, Cewek, Animeloaded) @ TexasTraderRV ... cerita perawan ml pertama kali AnimeLoaded gadis bugil cewek cantik ... Cewek Smu Blogs. Includes Gadis Bugil Cewek Facebook SMU Beautiful Seksi Girl ...aksesasia.com/.../Perawan+Bugil+Blogs+(Gadis,+Cewek,+Animeloaded)+@+TexasTraderRV.com -

facebook abg smu bispak bokep bugil

Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, dia adalah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya melakukan petting, sailng raba, saling cium dan saling hisap…..

Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jika saat petting, tapi aku sendiri tidak ingin hal itu terjadi sebelum kami menikah, jadi aku mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya aku agak jijik melakukannya.

Keseringan petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali... entah kenapa aku jadi ketagihan... Sampai akhirnya kau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri. Sering aku meraba-raba payudaraku sendiri dan mengusap-usap memeku sendiri sampai aku orgasme.

Inilah kesalahan ku, aku tidak menyadari kalau selama ini adikku John sering mengintip aku... ini aku ketahui setelah dia mengakuinya saat berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.

Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku John pergi ke supermarket 500m dekat rumah. Karena belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu aku memakai celana panjang ketat setengah lutut, dan karena kami hanya naik satu becak, aku memutuskan untuk di pangku adikku, sedangkan mamaku memangku belanjaan. Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika aku duduk di pangkuan adikku, aku merasakan sesuatu bergerak-gerak dipantatku, aku sadar bahwa itu kontol adikku, keras sekali dan berada di belahan pantatku. Aku membiarkannya, karena memang tidak ada yang bisa kulakukan. Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena aku juga sangat rindu belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, diam diam aku menikmatinya.

Sejak kejadian itu, aku sering melihat dia memperhatikan tubuhku, agak risi aku diperhatikan adikku sendiri, tapi aku berusaha bersikap biasa.

Suatu hari, aku dan pacarku melakukan petting di kamarku... Aku sangat terangsang sekali... dia meraba dan membelai-belai tubuhku. Sampai akhirnya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku untuk mengijinkannya memasukkan kontolnya ke memekku. Tentu saja aku keberatan, walaupun aku sangat terangsang tapi aku berusaha untuk mempertahankan keperawananku. Dalam ketelajanganku aku memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dan anehnya aku malah berteriak minta tolong. Hal ini di dengar oleh adikku John, dia langsung menerobos kamarku dan mengusirnya, saat itu juga pacarku ketakutan, karena memang badan adikku jauh lebih besar. Aku lansung menutupi tubuhku yang telanjang dan aku yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku sendiri langsung memakai pakaiannya dan pamit pulang.

Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan teman-teman ku, pacarku katanya mempunyai teman cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja aku sedih mendengarnya, tapi aku juga merasa beruntung tidak ternodai olehnya.

Suatu malam aku berbincang-bincang dengan adikku, aku berterima kasih padanya karena dia telah menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, aku ngga bisa menyalahkan pacarku karena memang bodyku sexy sekali dan setiap laki-laki pasti ingin merasakan tubuhku. Ketika kutanya, jika setiap lelaki, apakah adikku juga ingin merasakan tubuhku juga... dia menjawab:

"Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen, aku kan juga lelaki" aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja tembak, "emang adik pernah nyobain cewe?" dia bilang "ya, belum kak".... itulah percakapan awal bencana itu.

Malam harinya aku membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya... lalu aku mulai meraba-raba tubuhku sendiri... tapi aku tetap tidak bisa mencapai apa yang aku inginkan... sekilas aku membayangkan adikku... lalu aku memutuskan untuk mengintip ke kamarnya... Malam itu aku mengendap-endap dan perlahan-lahan nak keatas kursi dan dari lubang angin aku mengintip adikku sendiri, aku sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegan alat vitalnya sendiri, dia melakukan onani, aku terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku, gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku... Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya dia meneriakkan namaku... Saat itu perasaanku bercampur baur antar nafsu dan marah... aku langsung balik kekamarku dan membayangkan apa yang baru saja aku saksikan.

Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka aku memutuskan untuk mendatangi pacarku. Pagi itu aku langsung kerumah pacarku dan kulihat dia sangat senang aku dating… ditariknya aku ke kamarnya dan kami langsung bercumbu... saling cium saling hisap dan perlahan-lahan baju kami lepas satu demi satu sampai akhirnya kami telanjang bulat. Gilanya begitu aku melihat kontolnya, aku terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya... sepert biasa dia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa aku melakukannya, dia merintih-rintih keenakkan dan mungkin karena hampir orgasme dia menarik kepalaku.
"Jangan diterusin, aku bisa keluar katanya" lalu dia mula menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencari-cari lubang memekku... begitu unjung kontolnya nempel dan baru setengah kepalanya masuk, aku kaget karena dia sudah langsung orgasme, air maninya belepotan diatas memekku...
"Ohhhhh..." katanya.

Dia memelukku dan minta maaf karena gagal melakukan penetrasi ke memekku. Tentu saja aku sangat kecewa, karena libidoku masih sangat tinggi.
"Puaskan aku dong... aku kan belum..." rengekku tanpa malu-malu. Tapi jawabannya sangat menyakitkanku...
"Maaf, aku harus buru-buru ada janji dengan sisca" katanya tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun. Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buru-buru berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari rumahnya.

Diperjalanan pulang aku sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama diperjalanan banyak sekali lelaki yang mengodaku dar tukang becak, kuli bangunan sampai setiap orang di bis.

Begitu sampai rumah aku memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, dia mengajakku untuk ikut dan aku langsung menyanguppinya karena memang aku juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.

Di tempat sport club, kam berolah raga dari senam sampai berenang dan puncaknya kami mandi sauna. Karena sport club tersebut sangat sepi, maka aku minta adikku satu kamar denganku saat sauna. Saat didalam adikku bilang "kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga keluar, percuma sauna"

"Abis pake apa" timpalku, "aku ngga punya baju lagi"

"Pake celana dalem sam BH aja kak, supaya pori-porinya kebuka" katanya

Pikirku, bener juga apa katanya, aku langsung keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana dalam, sialnya aku memakai celana dalam G-string putih sehabis dari rumah pacarku tadi... Tapi "ah, cuek aja.. toh adikku pernah liat aku telanjang juga".

Begitu aku masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani... kulihat dia berkali-kali menelan ludah, aku pura-pura acuh dan langsung duduk dan menikmati panasnya sauna. Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana dalamku... adikku terus memandang tubuhku dan ketka kulihat kontolnya, aku sangat kaget, dan mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak adalah kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.

Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selau melirik ke bagian itu, dan nafasku semakin memburu dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku, aku kecewa dan ingin pelampiasan.

Dalam kediaman itu aku tidak mampu untuk bertahan lagi dan aku memulainya dengan berkata:

"Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu"

"Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol" katanya

"Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik" kataku lebih berani

"Iya yah..." katanya sambil berdiri dan membuka celananya...

Aku sangat berdebar-debar dan berkali-kali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang begitu besar.

Tiba-tiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya.

"Kenapa dimatiin" kataku

"Udah cukup panas kak" katanya

Memang saat juga aku merasa sudah cukup panas, dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masing-masing. Tiba-tiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi melihat kontol adikku.

Akal warasku datang dan aku langsung berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku "nanti kak".

"Kan udah saunanya " timpalku, aku sangat kaget dia berada tepat di depanku dengan kontol mengacung ke arahku, antara takut dan ingin.

"Kakak udah pernah gituan belum kak" kata adikku

"Belum" kataku, "emang kamu udah..?" lanjutku

"Belum juga kak, tapi pengen nyoba" katanya

"Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya" kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku jatuh, ketika aku memungutnya, otomatis aku menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel di kontolnya.

Gilanya aku malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup G-string.

"Oh kak.... bahenol sekali, aku pengen nyobain kak" katanya dengan nafas memburu.

"Aw... dik ngapain kamu" timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aku juga menginginkannya.

"Pengen ng***** kakak" katanya kasar sambil menekan batangnya kepantatku.

Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, "Aku kan kakakm John, inget dong"

Adikku tetap memegang pinggulku "tolong kak.. asal nempel aja.. nga usah dimasukkin, aku ngga tahan banget"

"Tolong kak," katanya memelas. Aku di suruh nagpain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek kakak".

Pikiranku buntu, aku juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku menunggangi sisca, libidoku tambah naik..
"Persetan dengan pacar brengsek" batinku.

"Jangan disini" pintaku.

"Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit" katanya meremas pinggulku.

"Kakak belum siap" kataku.

"Kakak nungging aja, nanti aku panasin" katanya.

Bagai terhipnotis aku menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, aku menungginginya dan dengam pelan-pelan dia membuka G-stringku dan melemparkannya. Dan dia jongkok di belakangku dan gilanya dia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang...

"Oh... ngapain kamu dik..." kataku tanpa melarangnya.

Dia terus menjulurkan lidah dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh... gila pikirku... enak banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku

"Gila kamu dik, enak banget, belajar dimana" rintihku... Tanpa menjawab dia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku sampai akhirnya lama-lama memekku basah sekali dan bagian dalam memekku gatal sekali...

Tiba-tiba dia berdiri dan memegang pinggulku..
"Udah panas kak" katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukul-mukul kepala kontolnya kepantatku….

"udah...." kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku...

"Jangan bilang siapa-siapa yah dik" kataku.

Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar... dia kesulitan...

"Mana lubangnya kak.." katanya.

Tanpa sadar aku menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke mulut goaku...

"Ini dik" kataku begitu tepat di depannya, "gesek-gesek aja yah dik".

"Masukin dikit aja kak" katanya menekan kontolnya.

"aw... dik, gede banget sih" kataku, "pelan-pelan....".

Begitu kepala kontolnya membuka jalan masuk ke memekku, adikku pelan-pelan menekannya.. dan mengeluarkannya lagi sedikit sedikit... tapi tidak sampai lepas... terus ia lakukan sampai membuat aku gemas....

"Oh.. dik.... enak.... dik.... udah yah..." kataku pura-pura.....

"Belum kak.... baru kepalanya udah enak yah...."

"Memang bisa lebih enak...???" kataku menantang.

Dan.... langsung menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku"

Aku merasakan perih luar biasa dan "aw.... sakit dik..." teriakku.

Adikku menahan batangnya didalam memekku ....
"Oh...kak...nikmat banget....." dan secara perlahan dia menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat, begitu juga adikku...

"Oh, kak... nikmat banget memekmu.." katanya.

"Ssssshhhh... ia dik... enak banget" kataku.

Lima belas menit dia mengenjotku, sampai akhirnya aku merasakan orgasme yang sangat panjang dan nikmat disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku agar penetrasinya maksimum.

"Oh.. kak.. aku keluar.. nikmat banget..." katanya

Sejenak dia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku...

Cewek Bugil Di Facebook situs bokep bugil telanjang foto gosip ... August 19, 2009 @ 5:39 pm by bokep in cewek cantik. cewek facebook bugil cewek cantik ... Promo Spg Bispak Esia · Foto Telanjang Abg Smu Nafsu Kepanasan ...situsbokep.info/tag/cewek-bugil-di-facebook - Model Bugil Abg Bispak // BlogCatalog Topic // BlogCatalog ... Friendster kini memiliki saingan berat seperti facebook. ... Cewek Smu Bispak Blog Bugil Indonesia - Seks Edukasi Remaja: Cewek SMU Bispak Jakarta ... Cewek Telanjang Cewek Ngentot … video bugil 3gp Cerita bokep. model asia Gadis bugil ...tamanria.com/.../Model%20Bugil%20Abg%20Bispak%20//...//%20BlogCatalog - Gadis Bugil Bokep Telanjang: Cewek Bispak DI facebook bokep gadis bugil telanjang terbaru koleksi gratis. cewek bugil,model bugil ... cewek bispak, cewek facebook bugil, bispak facebook ... Cewek Bispak DI facebook · Birahi abg Pengen ngentot · bugil gadis cantik ngentot ... Foto Toge the breast Enhancement · Cewek SMu Beautiful Face · Perawan Hot Pose ...dunia-cewek-jomblo.blogspot.com/.../cewek-bispak-di-facebook.html - Hasil Pencarian untuk ABG Bispak Telanjang @ Menwaums.web.id 10 Agu 2009 ... cewek bispak gadis facebook telanjang cewek cantik indonesian is sponsored by: ... Artis Telanjang Bugil Foto Gadis Bispak ABG SMU Toket Photo Bikini ... cewek bugil bokep Cewek Abg Bispak Toket Padet foto telanjang ...menwaums.web.id/search/ABG+Bispak+Telanjang - Abg BISPAK Friendster Cewek Cantik Indonesian Foto artis ... Ternyata tradisi ini ga cuma di cewek friendster bugil ajah, di facebook ... ABG BISPAK GADIS BEAUTIFULL GIRLS cewek bugil bokep Cewek Facebook foto ... Label: ABG Bispak Tante Girang Bispak. Browse > Home / SMU dan SMP Bugil / Siswi . ...cewek-cantik.com/search/abg+BISPAK+friendster - Foto Bugil Abg Smu Foto Bugil Abg Smu at Cartoon-Episodes.com Search related Foto Bugil Abg Smu here. ... Cewek Bugil Bokep Foto Telanjang Abg Smu Nafsu Kepanasan Foto · Toket Gede Andrea Lee ... Facebook Cewek Abg Bispak Dan Friendser Serta No Hp Bugil ...www.cartoon-episodes.com/files/foto-bugil-abg-smu.html -

facebook tante girang bokep doyan ngentot

Enam tahun aku tinggal di sini selama sekolah SMU sampai D3-ku, sebelum akhirnya aku lulus wisuda pada sebuah sekolah pelayaran yang mengantarku keliling dunia. Kini hampir tujuh tahun aku tidak menginjakkan kakiku di sini. Sama sekali tidak banyak perubahan pada rumah Tante Yus. Aku bayangkan pula si Vivi yang dulu masih umur lima tahun saat kutinggalkan, pasti kini sudah besar, kelas enam SD.

Kulirik jarum jam tanganku, menunjukkan pukul 23:35 tepat. Masih sesaat tadi kudengar deru lembut taksi yang mengantarku ke desa Kebun Agung, sleman yang masih asri suasana pedesaannya ini. Suara jangkrik mengiringi langkah kakiku menuju ke pintu samping. Sejenak aku mencari-cari dimana dulu Tante Yus meletakkan anak kuncinya. Tanganku segera meraba-raba ventilasi udara di atas pintu samping tersebut. Dapat. Aku segera membuka pintu dan menyelinap masuk ke dalam.

Sejenak aku melepas sepatu ket dan kaos kakinya. Hmm, baunya harum juga. Hanya remang-remang ruangan samping yang ada. Sepi. Aku terus saja melangkah ke lantai dua, yang merupakan letak kamar-kamar tidur keluarga. Aku dalam hati terus-menerus mengagumi figur Tante Yus. Walau hidup menjada, sebagai single parents, toh dia mampu mengurusi rumah besar karyanya sendiri ini. Lama sekali kupandangi foto Tante Yus dan Vivi yang di belakangnya aku berdiri dengan lugunya. Aku hanya tersenyum.

Kuperhatikan celah di bawah pintu kamar Vivi sudah gelap. Aku terus melangkah ke kamar sebelahnya. Kamar tidur Tante Yus yang jelas sekali lampunya masih menyala terang. Rupanya pintunya tidak terkunci. Kubuka perlahan dan hati-hati. Aku hanya melongo heran. Kamar ini kosong melompong. Aku hanya mendesah panjang. Mungkin Tante Yus ada di ruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya ini. Sebentar aku menaruh tas ransel parasit dan melepas jaket kulitku. Berikutnya kaos oblong Jogja serta celana jeans biruku. Kuperhatikan tubuhku yang hitam ini kian berkulit gelap dan hitam saja. Tetapi untungnya, di tempat kerjaku pada sebuah kapal pesiar itu terdapat sarana olah raga yang komplit, sehingga aku kian tumbuh kekar dan sehat.

Tidak perduli dengan kulitku yang legam hitam dengan rambut-rambut bulu yang tumbuh lebat di sekujur kedua lengan tangan dan kakiku serta dadaku yang membidang sampai ke bawahnya, mengelilingi pusar dan terus ke bawah tentunya. Air. Ya aku hanya ingin merasakan siraman air shower dari kamar mandi Tante Yus yang bisa hangat dan dingin itu.
Aku hendak melepas cawat hitamku saat kudengar sapaan yang sangat kukenal itu dari belakangku, "Andrew..? Kaukah itu..?"

Aku segera memutar tubuhku. Aku sedikit terkejut melihat penampilan Tante Yus yang agak berbeda. Dia berdiri termangu hanya mengenakan kemeja lengan panjang dan longgar warna putih tipis tersebut dengan dua kancing baju bagian atasnya yang terlepas. Sehingga aku dapat melihat belahan buah dadanya yang kuakui memang memiliki ukuran sangat besar sekali dan sangat kencang, serta kenyal. Aku yakin, Tante Yus tidak memakai BH, jelas dari bayangan dua bulatan hitam yang samar-samar terlihat di ujung kedua buah dadanya itu. Rambutnya masih lebat dipotong sebatang bahunya. Kulit kuning langsat dan bersih sekali dengan warna cat kukunya yang merah muda.

"Ngg.., selamat malam Tante Yus... maaf, keponakanmu ini datang dan untuk berlibur di sini tanpa ngebel dulu. Maaf pula, kalau tujuh tahun lamanya ini tidak pernah datang kemari. Hanya lewat surat, telpon, kartu pos, e-mail.., sekali lagi, saya minta maaf Tante. Saya sangat merindukan Tante..!" ucapku sambil kubiarkan Tante Yus mendekatiku dengan wajah haru dan senangnya.
"Ouh Andrew... ouh..!" bisik Tante Yus sambil menubrukku dan memelukku erat-erat sambil membenamkan wajahnya pada dadaku yang membidang kasar oleh rambut.
Aku sejenak hanya membalas pelukannya dengan kencang pula, sehingga dapat kurasakan desakan puting-puting dua buah dadanya Tante Yus.

"Kau pikir hanya kamu ya, yang kangen berat sama Tante, hmm..? Tantemu ini melebihi kangennya kamu padaku. Ngerti nggak..? Gila kamu Andrew..!" imbuhnya sambil memandangi wajahku sangat dekat sekali dengan kedua tangannya yang tetap melingkarkan pada leherku, sambil kemudian memperhatikan kondisi tubuhku yang hanya bercawat ini.
Tante Yustina tersenyum mesra sekali. Aku hanya menghapus air matanya. Ah Tante Yus...
"Ya, untuk itulah aku minta maaf pada Tante..."
"Tentu saja, kumaafkan.." sahutnya sambil menghela nafasnya tanpa berkedip tetap memandangiku, "Kamu tambah gagah dan ganteng Andrew. Pasti di kapal, banyak crew wanita yang bule itu jatuh cinta padamu. Siapa pacarmu, hmm..?"
"Belum punya Tan. Aku masih nabung untuk membina rumah tangga dengan seorang, entah siapa nanti. Untuk itu, aku mau minta Tante bikinkan aku desain rumah..."
"Bayarannya..?" tanya Tante Yus cepat sambil menyambar mulutku dengan bibir tipis Tante Yus yang merah.

Aku terkejut, tetapi dalam hati senang juga. Bahkan tidak kutolak Tante Yus untuk memelukku terus menerus seperti ini. Tapi sialnya, batang kemaluanku mulai merinding geli untuk bangkit berdiri. Padahal di tempat itu, perut Tante Yus menekanku. Tentu dia dapat merasakan perubahan kejadiannya.
"Aku... ngg..."
"Ahh, kamu Andrew. Tante sangat kangen padamu, hmm... ouh Andrew... hmm..!" sahut Tante Yus sambil menerkam mulutku dengan bibirnya.
Aku sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Yus yang kian binal melumat-lumat mulutku, mendasak-desaknya ke dalam dengan buas. Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku. Tidak karuan lagi, aku jadi terangsang. Kini aku berani membalas ciuman buas Tante Yus. Nampaknya Tante Yus tidak mau mengalah, dia bahkan tambah liar lagi. Kini mulut Tante Yus merayap turun ke bawah, menyusuri leherku dan dadaku. Beberapa cupangan yang meninggalkan warna merah menghiasi pada leher dan dadaku. Kini dengan liar Tante Yus menarik cawatku ke bawah setelah jongkok persis di depan selangkanganku yang sedikit terbuka itu. Tentu saja, batang kemaluanku yang sebenarnya telah meregang berdiri tegak itu langsung memukul wajahnya yang cantik jelita.

"Ouh, gila benar. Tititmu sangat besar dan kekar, An. Ouh... hmmm..!" seru bergairah Tante Yus sambil memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya, dan mulailah dia mengulum-ngulum, yang seringkali dibarengi dengan mennyedot kuat dan ganas.
Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku, sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. Aku hanya mengerang-ngerang merasakan sensasi yang nikmat tiada taranya. Bagaimana tidak, batang kemaluanku secara diam-diam di tempat kerjaku sana, kulatih sedemikian rupa, sehingga menjadi tumbuh besar dan panjang. Terakhir kuukur, batang kejantanan ini memiliki panjang 25 sentimeter dengan garis lingkarnya yang hampir 20 senti. Rambut kemaluan sengaja kurapikan.

Tante Yus terus menerus masih aktif mengocok-ngocok batang kemaluanku. Remasan pada buah kemaluanku membuatku merintih-rintih kesakitan, tetapi nikmat sekali. Bahkan dengan gilanya Tante Yus kadangkala memukul-mukulkan batang kemaluanku ini ke seluruh permukaan wajahnya. Aku sendiri langsung tidak mampu menahan lebih lama puncak gairahku. Dengan memegangi kepala Tante Yus, aku menikam-nikamkan batang kejantananku pada mulut Tante Yus. Tidak karuan lagi, Tante Yus jadi tersendak-sendak ingin muntah atau batuk. Air matanya malah telah menetes, karena batang kejantananku mampu mengocok sampai ke tenggorokannya.

Pada satu kesempatan, aku berhasil mencopot kemejanya. Aku sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Luar biasa besarnya. Keringat benar-benar telah membasahi kedua tubuh kami yang sudah tidak berpakaian lagi ini. Dengan ganas, kedua tangan Tante Yus kini mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan genggamannya yang sangat erat sekali. Tetapi karena sudah ada lumuran air ludah Tante Yus, kini jadi licin dan mempercepat proses ejakulasiku.
"Crooot... cret.. croot... creeet..!" menyemprot air maniku pada mulut Tante Yus.
Saat spremaku muncrat, Tante Yus dengan lahap memasukkan batang kemaluanku kembali ke dalam mulutnya sambil mengurut-ngurutnya, sehingga sisa-sisa air maniku keluar semua dan ditelan habis oleh Tante Yus.

"Ouhh... ouh.. auh Tante... ouh..!" gumamku merasakan gairahku yang indah ini dikerjai oleh Tante Yus.
"Hmmm... Andrew... ouh, banyak sekali air maninya. Hmmm.., lezaat sekali. Lezat. Ouh... hmmm..!" bisik Tante Yus menjilati seluruh bagian batang kemaluanku dan sisa-sisa air maninya.
Sejenak aku hanya mengolah nafasku, sementara Tante Yus masih mengocok-ngocok dan menjilatinya.
"Ayo, Andrew... kemarilah Sayang.., kemarilah Baby..!" pintanya sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar.

Aku tanpa membuang waktu lagi, terus menyerudukkan mulutku pada celah vagina Tante Yus yang merekah ingin kuterkam itu. Benar-benat lezat. Vagina Tante Yus mulai kulumat-lumat tanpa karuan lagi, sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagiang liang vaginanya yang dalam. Berulang kali aku temukan kelentitnya lewat lidahku yang kasar. Rambut kemaluan Tante Yus memang lebat dan rindang. Cupangan merah pun kucap pada seluruh bagian daging vagina Tante Yus yang menggairahkan ini. Tante Yus hanya menggerinjal-gerinjal kegelian dan sangat senang sekali nampaknya. Kulirik tadi, Tante Yus terus-menerus melakukan remasan pada buah dadanya sendiri sambil sesekali memelintir puting-putingnya. Berulang kali mulutnya mendesah-desah dan menjerit kecil saat mulutku menciumi mulut vaginanya dan menerik-narik daging kelentitnya.

"Ouh Andrew... lakukan sesukamu.. ouh.., lakukan, please..!" pintanya mengerang-erang deras.
Selang sepuluh menit kemuadian, aku kini merayap lembut menuju perutnya, dan terus merapat di seluruh bagian buah dadanya. Dengan ganas aku menyedot-nyedot puting payudaranya. Tetapi air susunya sama sekali tidak keluar, hanya puting-puting itu yang kini mengeras dan memanjang membengkak total. Di buah dadanya ini pula aku melukiskan cupanganku banyak sekali. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Yus secara bergantian, kiri kanan. Aku kini tidak tahan lagi untuk menyetubuhi Tanteku. Dengan bergegas, aku membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.

"Ooouhkk.. yeaaah... ayoo.. ayooo... genjot Andrew..!" teriak Tante Yus saat merasakan batang kejantananku mulai menikam-nikam liar mulut vaginanya.
Sambil menopang tubuhku yang berpegangan pada buah dadanya, aku semakin meningkatkan irama keluar masuk batang kemaluanku pada vagina Tante Yus. Wanita itu hanya berpegangan pada kedua tanganku yang sambil meremas-remas kedua buah dadanya.
"Blesep... sleeep... blesep..!" suara senggama yang sangat indah mengiringi dengan alunan lembut.
Selang dua puluh menit puncak klimaks itu kucapai dengan sempurna, "Creeet... croot... creeet..!"
"Ouuuhhhkk.. aooouhkk... aaahhk..," seru Tante Yus menggelepar-gelepar lunglai.
"Tante... ouhhh..!" gumamku merasakan keletihanku yang sangat terasa di seluruh bagian tubuhku.
Dengan batang kemaluan yang masih tetap menancap erat pada vagiana Tante Yus, kami jatuh tertidur. Tante Yus berada di atasku.

Tante Girang Doyan Ngentot Tante Girang Doyan Ngentot at Cartoon-Episodes.com Search related Tante Girang ... gtgt Bokep Ngentot Tante Girang Ngentot 3gp Ngentot Ngentot Anak Smu ...www.cartoon-episodes.com/.../tante-girang-doyan-ngentot.html -artis bugil - artis indonesia bugil, artis telanjang, memek ... Nah, karena kebanyakan nonton video bokep maria ozawa jadi rasanya jadi pada linu begini badan n doyan bangat cari inspirasi Gambar cewek pra ngentot memek ...artis--bugil-ngentot.blogspot.com/ - YouTube - video bugil cewek seks doyan ngentot tante girang video bugil cewek ayu pamer toket guede ... Video Ngentot Tante Memek Cantik Bugil Bokep **BARU** ... Automatically share your ratings, favorites, and more on Facebook, Twitter, and Google Reader with YouTube Autoshare. ...www.youtube.com/watch?v=gWRgF1wo0BA - >:+baru+belajar+ngentot">Doyan Bokep: Adek Kecil Doyan Ngentot Masih SMA 3GP - Toket Gadis Seksi Cewek ... Cewek Facebook dan Friendster « Download Video Bokep Gratis Film 3GP ... dian sastro bugil, cewek gadis abg toket montok, tante girang doyan film bokep, julia ...robeeon.net/search/Doyan+Bokep:+>>:+...ngentot - Hasil pencarian Untuk Komunitas Tante Girang Cerita Tante Girang ... Tante Girang Doyan Ngentot images Komunitas tante girang di Jakarta lagi membutuhkan para ... Bokep: Tante muda siap cari kencan bokep, Memek Ningsih bagus ngak ya bokep, ... Tante Seksi « cewek cantik friendster FACEBOOK indonesia, ...ratugosip.com/.../Komunitas+Tante+Girang+%7C+Cerita+Tante+Girang:+Ngentot+istri+Orang - Tante Girang Pamer Memek Bokep Situbondo Masbuchin Ads
Jadwal pelaksanaan tes seleksi capra ipdn TA facebook tante girang yogyakarta. ... www.gadis.smu.situbondo.yg.doyan.ngentot.com Toket Akhwat hijab. cukur ...ads.masbuchin.com/.../tante+girang+pamer+memek+bokep+situbondo - Cerita Ngesex Tante Girang Cari Gosip Artis, Foto Artis Indonesia ... Baca juga cerita sex tante girang terbaru, dan Kepuasan ngentot si pembantu ... Selain situs komunitas sosial dan pertemanan seperti friendster atau facebook, ... Info : cerita seks, gambar bugil, video bokep gratis; dewibugil cerita seks, ... SMP Bugil Tante Bugil , indonesia smp bugil doyan sex memek becek, ...istanaartis.com/search/cerita+ngesex+tante+girang++cari -